Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Kades Kohod Turut Dikawal Ketat Paspampres saat Menteri Nusron Sidak Lahan Pagar Laut 30 Km di Tangerang

Oktaviani Sindy • Sabtu, 25 Januari 2025 | 16:13 WIB
Kades Kohod dikawal bak
Kades Kohod dikawal bak

Jawa Pos Radar Lawu – Ada pemandangan unik saat Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR/BPN) Nusron Wahid melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, pada Jum’at (24/1/2025).

Menteri Nusron memeriksa langsung kondisi lahan yang memiliki Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) dan Hak Milik (SHM) di kawasan tersebut.

Namun, perhatian publik justru tertuju pada Kepala Desa (Kades) Kohod, Asrin, yang tampak dikawal oleh sejumlah pria berperawakan kekar bak Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Kehadiran mereka membuat suasana semakin menarik di tengah sidak kasus yang semakin memanas tersebut.

Perdebatan soal Status Lahan

Dalam kunjungan itu, Menteri Nusron sempat terlibat diskusi hangat dengan Kades Asrin terkait status lahan di wilayah pagar laut.

Dimana, Asrin mengungkapkan bahwa lahan tersebut dulunya adalah empang yang terkena abrasi sejak tahun 2004.

“Pak Lurah bilang itu dulunya empang, katanya karena abrasi. Dari tahun 2004 katanya sudah dikasih batu-batu,” ujar Nusron saat di lokasi.

Namun, Nusron menjelaskan bahwa berdasarkan aturan, jika suatu lahan telah hilang secara fisik, maka statusnya berubah menjadi tanah musnah.

“Secara faktual, tadi kita lihat sama-sama, tanahnya sudah tidak ada,” tegas Nusron.

Meski terjadi perdebatan, Nusron memastikan bahwa dokumen sertifikat lahan akan diperiksa dengan cermat. Jika terbukti bahwa lahan tersebut sudah hilang secara fisik, maka sertifikat akan dibatalkan secara otomatis.

“Kalau masih ada wujud fisiknya seperti di sini, kawasan ini aman,” tambah Nusron sambil menunjukkan area lain yang masih berupa empang.

Setelah pernyataan Nusron, para awak media mencoba meminta konfirmasi dari Kades Asrin terkait sertifikat pagar laut.

Namun, Asrin yang tengah mengenakan batik ungu dan kopiah hitam memilih untuk menghindar.

“Mau sholat Jumat nih, nanti ketinggalan, sudah-sudah,” ujarnya sambil menunjuk arloji.

Asrin, kemudian dirangkul oleh dua pria berpakaian kemeja dengan topi putih dan seorang pria berkemeja biru gelap. Ketiganya langsung mengawalnya meninggalkan lokasi.

Saat awak media mengejar hingga ke area parkir, mereka dihadang oleh lima pria yang diduga pengawal pribadi Asrin.

Usai berhasil menjauh, Asrin menaiki sepeda motor yang dikendarai oleh pria berbaju hitam, sementara lima pengawalnya berjalan kaki di belakang motor.

Namun, kejadian serupa terulang setelah shalat Jum’at di Masjid Abdul Mu'in, Pakuhaji.

Para awak media yang menunggu Asrin selesai shalat kembali tidak berhasil mendapatkan keterangan. (okta)

GRAFIS: SIGIT AP/JPRM
GRAFIS: SIGIT AP/JPRM
Editor : Riana M.
#sidak #pagar laut #Menteri Nusron #Dikawal #Kades Asrin #tangerang #pagar laut misterius #paspampres