Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

100 Hari Kinerja Pemerintahan Prabowo Gibran Makin Ugal-ugalan, Sakti Wahyu Trenggono Dipanggil DPR Bahas Pagar Laut Tangerang

Oktaviani Sindy • Kamis, 23 Januari 2025 | 22:17 WIB
Menteri Sakti Wahyu Trenggono penuhi panggilan Komisi IV DPR untuk bahas pembongkaran pagar laut misterius yang mengganggu aktivitas nelayan di Tangerang dan Bekasi.
Menteri Sakti Wahyu Trenggono penuhi panggilan Komisi IV DPR untuk bahas pembongkaran pagar laut misterius yang mengganggu aktivitas nelayan di Tangerang dan Bekasi.

Jawa Pos Radar Lawu – Dalam 100 hari kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran, menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono langsung hadir di Komisi IV DPR RI, Kamis (23/1/2025), untuk memenuhi panggilan terkait pembahasan fenomena "pagar laut misterius" yang menghebohkan masyarakat.

Trenggono yang tiba mengenakan kemeja putih dan celana hitam sekitar pukul 11.00 WIB langsung memasuki ruang rapat tanpa memberikan keterangan lebih lanjut kepada awak media.

Panggilan Komisi IV DPR kali ini mengangkat topik yang tengah menjadi perbincangan hangat, yaitu kemunculan pagar bambu misterius yang membentang di perairan laut Tangerang dan Bekasi sepanjang lebih dari 30 kilometer.

Dimana, fenomena ini membuat nelayan sangat terhambat dalam mencari nafkah.

Pada Rabu (22/1/2025) lalu, pemerintah bersama TNI dan Polri mengambil tindakan cepat dengan membongkar pagar bambu yang menghalangi jalur pelayaran, mencapai sekitar 5 kilometer di wilayah Tangerang.

“Karena memang sudah desakan daripada masyarakat nelayan, mereka juga memang harus melaut segera, maka kita sepakat untuk membongkar pagar laut tersebut,” ujar Menteri Trenggono seusai meninjau lokasi pembongkaran.

Pemerintah Segera Tindak Lanjuti

Dalam rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Komisi IV DPR, Ketua Komisi IV, Siti Hediati atau Titiek Soeharto, menyebut bahwa selain isu terkait pagar laut misterius, rapat ini juga akan membahas beberapa isu aktual lainnya.

"Nanti saja di dalam dijelaskan. Bahas isu aktual juga," ujar Titiek kepada awak media.

Bahkan, Trenggono juga menegaskan bahwa meski waktu yang diberikan untuk mencari pelaku pemasangan pagar masih 20 hari, desakan dari nelayan memaksa pemerintah untuk bertindak cepat.

"Proses hukum terus dilakukan, dan kami juga akan melaporkan kepada mitra kerja kami di Komisi IV DPR," tambahnya.

Sedangkan, misteri mengenai siapa yang bertanggung jawab atas pemasangan pagar bambu yang membentang di laut Tangerang dan Bekasi masih menjadi teka-teki.

Trenggono sendiri menegaskan bahwa pihaknya bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk menuntaskan masalah ini.

"Kami masih mencari siapa pelaku yang melakukan ini, dan kami akan terus bekerja sampai kasus ini selesai," ujarnya.

Seiring dengan proses hukum yang sedang berjalan, Komisi IV DPR RI berharap kerja cepat agar pembahasan lebih lanjut bisa memberikan kejelasan dan solusi terbaik. (okta)

Editor : Riana M.
#pagar bambu #pemerintah #pagar laut #menteri kelautan dan perikanan #tni #laut tangerang