Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Seabad Pramoedya Ananta Toer: Ini Alasan Hanung Bramantyo Pilih Mawar de Jongh sebagai Annelies

AA Arsyadani • Selasa, 21 Januari 2025 | 22:30 WIB
Akting Mawar de Jongh di film Bumi Manusia, yang diangkat dari buku karya Pramoedya Ananta Toer.
Akting Mawar de Jongh di film Bumi Manusia, yang diangkat dari buku karya Pramoedya Ananta Toer.

Jawa Pos Radar Lawu – Jelang Seabad Pramoedya Ananta Toer, film Bumi Manusia menarik untuk dikupas kembali.

Proses kreatif di balik layar pembuatan film ini menggambarkan dedikasi tinggi Hanung Bramantyo dalam menjaga esensi karya sastra tersebut.

Hanung Bramantyo mendorong para aktor muda memahami kedalaman karakter dalam Bumi Manusia.

‘’Saya paksa baca, harus habis. Please baca sampai habis,’’ ujar Hanung saat sesi promosi film di Graha Pena, Jakarta Barat, dikutip dari Jawa Pos.

Hanung juga memberi tips kepada generasi milenial yang tertarik dengan novel tersebut.

Ia berpesan untuk menemukan tokoh favorit, pahami perjalanannya, lalu kembali ke halaman pertama untuk menggali lebih dalam.

Proses Memilih Mawar De Jongh sebagai Annelies

Pemilihan Mawar De Jongh untuk peran Annelies ternyata memiliki cerita yang unik.

Awalnya, Hanung menyusun daftar aktris berdarah campuran seperti Chelsea Islan, Julie Estelle, dan Aurora.

Akhirnya, pilihannya jatuh kepada Mawar De Jongh.

Falcon Pictures mengundang Mawar ke kantor bersama ibunya dan manajernya.

Seolah ‘’tak bisa ke lain Annelies’’, Hanung Bramantyo kian mantap memilih Mawar De Jogh.

Hanung mengaku terkejut saat bertemu ibu Mawar, yang memiliki wajah khas Indonesia.

“Saya hampir tidak mengenali kalau itu ibunya Mawar. Wajahnya sangat Indonesia, berbeda dengan Mawar yang berdarah campuran Belanda,” tutur Hanung.

Kombinasi antara Mawar dan latar belakang ibunya mengingatkan Hanung pada Annelies, putri Indo dari Nyai Ontosoroh dan seorang pria Belanda.

Melatih Emosi di Set Film

Selama proses syuting, Hanung tidak hanya menuntut pemahaman mendalam dari para aktor tetapi juga mendorong mereka untuk benar-benar merasakan emosi karakter.

Mawar mengenang salah satu momen paling intens di lokasi syuting.

“Om Hanung menyuruh saya mendorongnya. Ketika saya kurang emosional, dia balas mendorong saya hingga terjatuh. Baru setelah itu emosi saya keluar,” ungkap Mawar sambil tertawa.

Menghidupkan Karya Pramoedya

Sebagai sebuah upaya untuk menghidupkan kembali karya monumental Pramoedya, film ini berusaha menjaga ruh dari Bumi Manusia.

Penggambaran kompleks karakter seperti Annelies dan Nyai Ontosoroh adalah penghormatan terhadap warisan sastrawan besar tersebut.

Jelang Seabad Pramoedya Ananta Toer, adaptasi ini menjadi pengingat akan relevansi dan kedalaman pesan yang terkandung dalam karya-karyanya. (fin)

Bersama para partner.
Bersama para partner.
Editor : Mizan Ahsani
#pramoedya ananta toer #film #Seabad #hanung bramantyo #mawar de jongh #bumi manusia