Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

ASN DKI Boleh Poligami, Menurut Gus Baha Malah Bisa Timbulkan Dosa, Begini Penjelasannya

AA Arsyadani • Senin, 20 Januari 2025 | 19:30 WIB
Gus Baha (RADAR LAWU)
Gus Baha (RADAR LAWU)

Jawa Pos Radar Lawu - Pergub DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2025 yang mengatur izin poligami bagi ASN menuai perdebatan luas di masyarakat.

Bicara soal poligami, KH. Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) pernah mengupasnya dalam sebuah pengajian.  

Gus Baha menegaskan membela Nabi yang melakukan poligami sangat mudah dengan menggunakan dalil rasional.

‘’Misalnya kita bela Nabi itu poligami atau orang-orang sholeh poligami, membelanya gampang karena pakai rasional,’’ tuturnya dalam tayangan YouTube Short @MasYaiAly yang diunggah pada Minggu (22/09/2024),

Lebih lanjut, Gus Baha menjelaskan logika di balik poligami yang dilakukan Nabi, dengan menyatakan bahwa Nabi adalah orang baik.

Menurutnya, jika seseorang yang baik melindungi satu wanita saja, tentu itu adalah perbuatan yang baik.

Oleh karena itu, menurut logika ini, menikahi lebih dari satu wanita akan lebih baik lagi.

‘’Melindungi perempuan satu yang baik hukumnya apa? baik,’’ katanya.

Gus Baha lalu menambahkan, ‘’Kalau dua lebih baik, logika lho, tapi nggak usah dipraktikkan.’’

Namun, Gus Baha menegaskan bahwa logika ini hanya berlaku untuk orang-orang yang memang memiliki kebaikan, seperti para Nabi dan orang-orang saleh.

Untuk orang biasa, melakukan poligami bisa jadi tidak sesuai, bahkan berpotensi menimbulkan dosa.

‘’Ini kan cerita orang baik, bukan cerita kamu, bukan!’’ ujar Gus Baha, mengingatkan bahwa banyak orang yang hanya mampu memenuhi kewajiban terhadap satu istri saja.

Dalam konteks ini, bagi mereka yang tidak mampu menjaga dengan baik, poligami bisa jadi haram.

‘’Kamu satu saja kamu terlantarkan, lantarkan orang satu dosa, orang dua lebih dosa,’’ imbuhnya.

Perbincangan ini relevan dengan isu terkini yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang boleh melakukan poligami, dengan catatan bahwa mereka memenuhi kriteria tertentu.

Gus Baha menegaskan bahwa membela poligami Nabi secara rasional mudah, namun tidak perlu dipraktikkan oleh semua orang, terutama yang derajatnya tidak setara dengan Nabi.

Gus Baha mengingatkan pentingnya konteks dan kemampuan individu dalam menjalani poligami.

‘’Tapi tidak harus kamu praktikkan, kamu kan enggak orang baik,’’ pungkasnya. (fin)

Editor : Mizan Ahsani
#dki #poligami #pns #Gus Baha #jakarta #asn