Jawa Pos Radar Lawu - Deddy Corbuzier kembali menjadi sorotan publik usai video komentarnya tentang program makanan bergizi gratis Pemerintahan Prabowo-Gibran viral di media sosial.
Dalam video tersebut, Deddy terlihat meluapkan emosinya menanggapi seorang siswa yang menyebut makanan gratis tersebut tidak terasa nikmat di lidahnya.
Deddy, yang merasa siswa tersebut kurang bersyukur, membandingkan situasi itu dengan anaknya, Azka Corbuzier.
Ia menegaskan bahwa makanan, baik enak maupun tidak, harus dimakan sebagai bentuk rasa syukur.
“Kalau kamu komplain, sekaya apa ente? Gila,” ujar Deddy dalam video yang diunggah di media sosial.
Ia juga menambahkan, “Anak saya, Azka, makan nasi kotak di lokasi syuting. Enak atau tidak enak, tetap dimakan. Kalau tidak, saya bisa pukul dia.”
Netizen Kritik Pernyataan Deddy Corbuzer
Pernyataan Deddy tersebut memicu reaksi keras dari netizen.
Banyak yang menyayangkan sikap emosional Deddy terhadap program yang masih menyisakan sejumlah masalah di lapangan.
Beberapa netizen menilai komentar Deddy tidak sepenuhnya memahami tantangan dalam implementasi program makanan bergizi gratis di berbagai daerah.
“Program ini memang bagus, tapi masih ada kekurangan yang perlu dibenahi. Kritik seharusnya menjadi bahan evaluasi, bukan malah dibalas dengan emosi,” tulis salah satu netizen di Twitter.
Selain itu, netizen juga menyoroti bahwa makanan bergizi gratis tersebut tidak hanya soal nutrisi, melainkan juga soal rasa dan kualitas, yang seharusnya diperhatikan agar sesuai dengan harapan masyarakat.
Masalah pada Program Makanan Gratis
Program makanan bergizi gratis ini merupakan salah satu inisiatif Pemerintahan Prabowo-Gibran untuk mendukung kesehatan dan pendidikan anak-anak Indonesia.
Namun, di beberapa daerah, masih ditemukan kendala, seperti distribusi yang tidak merata, variasi menu yang terbatas, hingga kualitas makanan yang belum optimal.
Deddy Corbuzier sendiri belum memberikan tanggapan lanjutan terkait kritikan yang diarahkan kepadanya.
Hingga kini, video tersebut masih ramai diperbincangkan di media sosial, dengan warganet terbagi menjadi dua kubu, antara yang mendukung dan mengkritik pernyataan Deddy.
Apakah komentar Deddy akan menjadi pembelajaran bagi pihak terkait untuk memperbaiki program makan bergizi gratis ini? Ataukah justru menambah kontroversi di tengah masyarakat? (kid)