Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Resmi Pangkas Suku Bunga Acuan Jadi 5,75 Persen di Januari 2025, Bank Indonesia Beberkan Alasanya

Oktaviani Sindy • Jumat, 17 Januari 2025 | 18:54 WIB

BI turunkan suku bunga acuan jadi 5,75% untuk dorong pertumbuhan ekonomi dan stabilkan inflasi.
BI turunkan suku bunga acuan jadi 5,75% untuk dorong pertumbuhan ekonomi dan stabilkan inflasi.

Jawa Pos Radar Lawu – Bank Indonesia (BI) kembali mengambil langkah strategis untuk mendukung perekonomian nasional dengan menurunkan suku bunga acuan dari 6 persen menjadi 5,75 persen pada Januari 2025.

Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan dinamika global dan domestik yang memengaruhi perekonomian Indonesia.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan bahwa penurunan ini masih menyisakan ruang untuk kebijakan lebih lanjut, mengikuti perubahan ekonomi global dan domestik yang terus berkembang.

Pertimbangan Ekonomi Global dan Domestik

Menurut Perry, keputusan tersebut juga didorong oleh ketidakpastian yang masih ada di pasar global, khususnya terkait kebijakan fiskal Pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump dan dampaknya terhadap US Treasury.

“Kami terus memantau dan menilai ketidakpastian ini dari bulan ke bulan.

Meski tantangan global masih ada, kami merasa ada ruang bagi penurunan suku bunga untuk mendukung ekonomi domestik,” ujar Perry dalam konferensi pers, Rabu (15/1/2025) lalu.

Sedangkan dari sisi domestik juga menjadi pertimbangan dalam penurunan suku bunga ini. Perry menegaskan bahwa inflasi Indonesia diperkirakan tetap rendah, dengan perkiraan 2,5±1 persen untuk 2025-2026.

Kondisi ini memberikan ruang bagi BI untuk menurunkan suku bunga lebih lanjut guna mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Dengan inflasi yang terkendali dan rupiah yang stabil, penurunan suku bunga adalah langkah yang tepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia,” jelasnya.

Perry juga menyebutkan bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 diperkirakan lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara 2024 diperkirakan berada di kisaran 5 persen, pertumbuhan 2025 diperkirakan berada di antara 4,7-5,5 persen.

“Oleh karena itu, penurunan suku bunga ini sangat penting untuk menciptakan momentum pertumbuhan yang lebih baik, meskipun tantangan global masih ada,” tegas Perry.

Keputusan Bank Indonesia ini menjadi langkah penting untuk memastikan perekonomian Indonesia tetap stabil, dengan inflasi terkendali dan sektor riil yang tumbuh.

Dengan harapan, penurunan suku bunga ini dapat menjadi pendorong utama bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. (okta)

Editor : Riana M.
#gubernur bank indonesia #ekonomi global #suku bunga #kondisi pasar #Perry warijiyo #Januari 2025 #penurunan #bi