Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

3.168 WNI Tinggal di Wilayah Terdampak Gempa Jepang yang Picu Tsunami, Ini Pesan Kemlu RI Judha Nugraka

Nur Wachid • Selasa, 14 Januari 2025 | 20:58 WIB
Ilustrasi gempa Jepang.
Ilustrasi gempa Jepang.

Jawa Pos Radar Lawu - Gempa mengguncang wilayah pesisir Pulau Kyushu, Jepang dengan magnitudo 6,9 Skala Richter (SR) pada Senin malam pukul 21.19 waktu setempat.

Hingga kini masih menjadi perbincangan berapa jumlah korban dan total kerugian dari kerusakan bangunan yang hancur akibat gempa Jepang yang memicu tsunami kecil.

Terutama para WNI yang sekarang menjadi Tenaga Kerja di Jepang.

Menurut Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu RI Judha Nugraka, KJRI Osaka, KBRI Tokyo dan KJRI Osaka, jumlah WNI yang tinggal di kawasan gempa Jepang 3.168 orang. 

Perinciannya, 2.204 WNI tinggal di Perfektur Miyazaki, 964 WNI lainnya tinggal di Kochi. 

Pihak Pemerintah Indonesia memastikan segera berkomunikasi dengan para WNI yang terdampak gempa bumi demi memastikan keselamatan mereka.

“Simpul masyarakat WNI di Prefektur Miyazaki, Kumamoto, dan Kochi telah dihubungi dan didapatkan informasi belum terdapat WNI yang terdampak,” ucap Judha melalui keterangan tertulis dilansir Radar Lawu dari Antara. 

Gempa berkekuatan magnitudo 6,9 dilaporkan terjadi pada kedalaman 30 kilometer di bawah permukaan laut di dekat pulau kyushu, Jepang Selatan, pada senin malam pukul 21.19 waktu setempat.

Sebelumnya telah dikeluarkan alarm peringatan tsunami pasca gempa untuk pulau kyushu, shikoku, amami, serta beberapa di wilayah pulau Honshu.

Baca Juga: Gempa Jepang 6,9 SR Picu Tsunami di Pulau Kyushu, Pusat Getaran 30 Kilometer di Laut Hyuganda 

Hingga saat ini masih belum ada informasi terkait Tenaga Kerja Indonesia (TKI) maupun warga setempat serta kerusakan akibat gempa tersebut.

Warga diminta untuk selalu waspada terutama di wilayah pesisir pantai karena air pantai bisa saja surut lalu membentuk gelombang yang tinggi.

"Tsunami bisa terjadi berulang-ulang. Mohon tidak ke laut atau bepergian menuju area pantai," tulis JMA atau Japan Meteorological Agency di media sosial X. (aris-mg-pnm/kid)

Editor : Nur Wachid
#Kemlu RI #tsunami #wni #Judha Nugraka #gempa #jepang