Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Gempa Jepang 6,9 SR Picu Tsunami di Pulau Kyushu, Pusat Getaran 30 Kilometer di Laut Hyuganda 

Nur Wachid • Selasa, 14 Januari 2025 | 19:31 WIB
Gempa Jepang picu tsunami.
Gempa Jepang picu tsunami.

Jawa Pos Radar Lawu - Gempa berkekuatan magnitudo 6,9 Skala Richter mengguncang di pulau Kyushu Jepang.

Badan Meteorologi Jepang telah mengeluarkan peringatan tsunami dan memperingatkan bahwa warga yang berdekatan dengan pesisir pantai diminta untuk segera mengamankan diri dari ancaman tsunami.

Gempa berkekuatan magnitudo 6,9 Skala Richter yang mengguncang di pulau Kyushu Jepang pada Senin (13/1/2025) pukul 09.19 malam waktu setempat.

Pusat gempa terjadi pada kedalaman 30 kilometer di bawah permukaan laut Hyuganda

Hingga saat ini masih belum diketahui berapa total korban jiwa dan kerusakan akibat peristiwa tersebut.

Dikenal sebagai Cincin Api Pasifik (Ring Of Fire), Jepang merupakan negara yang sering dilanda gempa, Kenapa begitu karena zona dengan seismik dan vulkanik yang sangat tinggi.

Jepang juga berada di titik pertemuan empat lempeng besar seperti, Lempeng Pasifik, Lempeng Amerika Utara, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Filipina.

Lempeng tersebut memiliki banyak gerakan hingga menyebabkan banyak tekanan yang besar dalam bentuk gempa bumi.

dikutip dari laman u-tokyo.ac.jp, Jepang juga memiliki banyak sesar aktif yang memperbesar resiko terjadinya gempa lokal.

Menurut Japan Meteorological Agency (JMA) lebih dari 1.500 gempa terjadi dalam setiap tahunnya dari skala terkecil hingga skala terbesar.

Salah satu penyebab terjadinya gempa adalah fenomena subduksi, subduksi adalah fenomena dimana Lempeng pasifik menyusup ke bawah Lempeng Eurasia dan Lempeng Filipina yang menyebabkan penumpukan energi yang besar sehingga menjadikan gempa bumi dengan skala yang sangat besar.

Frekuensi gempa yang tinggi membuat Jepang harus melakukan beberapa upaya seperti, teknologi bangunan tahan gempa, sistem peringatan dini, dan pendidikan masyarakat mengenai keselamatan saat gempa.

Beberapa Bangunan di Jepang juga dirancang untuk tahan terhadap gempa bumi, menggunakan isolasi seismik yang dapat menyerap guncangan.

Warga Jepang juga dibekali dengan latihan secara rutin guna menghadapi situasi darurat seperti, simulasi evakuasi saat gempa bumi.

Meskipun demikian gempa bumi adalah bencana yang kapan saja bisa terjadi tanpa diprediksi dengan jelas kapan munculnya, Jepang terus berupaya untuk melakukan riset dan mengkaji lebih baik terkait fenomena seismik yang kerap mengguncang di negaranya. (aris-mg-pnm/kid)

Editor : Nur Wachid
#tsunami #gempa #jepang