Jawa Pos Radar Lawu – Ditengah keadaan Los Angeles yang belum membaik, upaya diplomasi Amerika Serikat (AS) untuk menengahi kesepakatan pertukaran tahanan antara Israel dan Hamas di Gaza semakin mendekati titik terang.
Harapan ini muncul meskipun situasi geopolitik memanas dan waktu semakin menipis.
"Kami hampir mencapai kesepakatan, dan itu dapat diselesaikan minggu ini," kata Jake Sullivan, Penasihat Keamanan Nasional AS, Senin (13/1/2025).
Bahkan, ia menambahkan dengan penuh optimisme, "Saya tidak memberikan janji atau prediksi, tetapi itu sudah ada untuk diambil. Kami akan bekerja keras untuk mewujudkannya."
Kini, Joe Biden yang sedang menghadapi hari-hari terakhir masa jabatannya menerima sorotan besar dalam upaya ini.
"Tekanan yang meningkat di sini menjelang akhir masa jabatan Presiden Biden cukup besar. (Kesepakatan) Itu sudah di depan mata," tambah Sullivan.
Masa jabatan Biden dijadwalkan selesai pada 20 Januari 2025, ketika Donald Trump akan resmi dilantik sebagai Presiden AS berikutnya.
Menurut Sullivan, Presiden Biden terus memantau situasi dan mendapat pembaruan harian.
"Kemungkinan besar Presiden Biden akan segera berkomunikasi dengan Perdana Menteri Israel," ujarnya.
Sementara itu, dari segi kubu Donald Trump menambah bumbu dalam negosiasi ini.
Wakil Presiden terpilih, J.D. Vance, mengklaim bahwa Hamas takut pada ancaman Trump jika kesepakatan gagal sebelum pelantikan.
"Hamas tahu konsekuensi yang akan dihadapi jika Trump menjabat," kata Vance, dengan nada tegas.
Trump sebelumnya juga mengeluarkan peringatan keras, menyebut akan menciptakan "neraka" di Gaza jika Hamas tidak segera membebaskan para tahanan.
Menurut Vance, ancaman tersebut berhasil mendorong kemajuan signifikan.
"Dunia memahami dampak dari ancaman itu, dan Hamas tidak ingin mengambil risiko," tambahnya.
Di tengah semua ketegangan ini, muncul pertanyaan besar, Apakah kesepakatan ini benar-benar bisa tercapai sebelum waktu habis?
Namun, Sullivan tetap percaya diri dengan menyatakan, "Pertanyaannya sekarang, Bisakah kita semua bersama-sama memanfaatkan momen ini dan mewujudkannya?"
Pembaca yang mengikuti perkembangan ini dapat merasakan ketegangan dan urgensi dari perundingan yang mendekati babak akhir.
Mengingat keadaan Los Angeles California masih belum membaik hingga saat ini.
Jika berhasil, ini akan menjadi penutup yang dramatis bagi pemerintahan Joe Biden sekaligus pembuka era baru bagi Donald Trump. (okta)
Editor : Riana M.