Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Penyebar Video Mobil Plat RI 36 Milik Raffi Ahmad Sudah Minta Maaf, Raffi Tegaskan Tindakan Bijak Kedepanya

Oktaviani Sindy • Senin, 13 Januari 2025 | 01:37 WIB
Penyebar video viral patwal arogan yang kawal mobil RI 36 milik Raffi Ahmad akhirnya meminta maaf.
Penyebar video viral patwal arogan yang kawal mobil RI 36 milik Raffi Ahmad akhirnya meminta maaf.

Jawa Pos Radar Lawu – Polemik terkait viralnya video pengawalan mobil plat RI 36 milik Raffi Ahmad semakin berkembang usai terungkap pemiliknya dan kini penyebar video tersebut akhirnya juga meminta maaf. 

Video yang memperlihatkan sikap arogansi petugas Patwal di jalanan Jakarta sempat membuat heboh dan menambah sorotan publik. 

Pemilik akun TikTok yang pertama kali mengunggah video tersebut, @whatareudoingbruhhh, akhirnya memberikan permohonan maaf atas kegaduhan yang ditimbulkan. 

Dalam keterangan yang disampaikan oleh Raffi Ahmad, penyebar video tersebut menyesali tindakannya yang menyebabkan berbagai pihak terkena dampak negatif.

Penyebar video yang pertama kali mengunggah rekaman Patwal RI 36 yang menegur sopir taksi Alphard, menyampaikan permohonan maafnya melalui akun TikTok pribadinya. 

"Sebelumnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas apa yang terjadi belakangan ini terkait video yang saya rekam mobil Patwal RI 36," ujar pemilik akun tersebut. 

Bahkan, ia juga menambahkan permohonan maaf kepada beberapa pihak yang ikut terkena dampak dari viralnya video tersebut.

Termasuk Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, serta Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, yang sebelumnya sempat disangkutpautkan dengan video itu.

"Saya juga minta maaf kepada Ibu Meutya Hafid, Pak Nusron Wahid, dan Pak Budi Arie Setiadi karena ikut terbawa-bawa terkait video ini padahal mereka bertiga bukan yang ada di video ini," ujar penyebar video tersebut.

Selain itu, permintaan maaf juga ditujukan kepada Polri, dimana video viral tersebut berpotensi merusak citra institusi kepolisian. 

"Saya juga meminta maaf kepada Korlantas Polri dan Polri Indonesia karena ulah saya citra Polri menjadi tidak baik dan membuat asumsi-asumsi negatif terhadap Polri," lanjutnya. 

Tak hanya itu, ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada Bripka DK, petugas Patwal yang terekam dalam video dan ikut terseret dalam kontroversi ini.

Insiden viral yang melibatkan mobil dinas berplat RI 36 ini memberikan gambaran tentang pentingnya ketelitian dalam penggunaan media sosial dan dampaknya yang bisa merugikan banyak pihak. 

Dengan permintaan maaf yang telah disampaikan, diharapkan ketegangan ini bisa mereda dan menjadi bahan introspeksi bagi semua pihak yang terlibat. (okta)

Editor : Riana M.
#Patwal RI 36 #penyebar video #rekaman #patwal #Patwal Arogan #minta maaf