Jawa Pos Radar Lawu - Nama Connie Rahakundini Bakrie kembali mencuat ke publik. Pengamat militer dan pertahanan ini dikabarkan menyimpan dokumen penting milik Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto di Rusia.
Dokumen tersebut disebut-sebut berisi video yang mengungkap dugaan skandal korupsi elite politik di Indonesia.
Profil Connie Rahakundini Bakrie
Connie Rahakundini Bakrie adalah tokoh yang dikenal luas di bidang militer dan pertahanan keamanan Indonesia.
Ia sempat menjabat sebagai anggota Dewan Pakar DPP Partai NasDem melalui jalur anggota non-partai sebelum akhirnya mengundurkan diri.
Selain itu, Connie juga seorang akademisi dengan pemikiran mendalam yang dituangkan dalam buku berjudul Aku adalah Peluru: Mahabbah Connie Rahakundini Bakrie dalam Jejak Peradaban Maritim.
Buku ini ditulis oleh Bara Pattyradja, seorang penyair dan sastrawan, yang memotret Connie sebagai sosok dengan pandangan tajam di dunia militer dan pertahanan.
Melansir laman kebudayaan.kemdikbud.go.id, Connie lahir dari keluarga dengan latar belakang yang luar biasa.
Ibunya, Ani Sekarningsih, berasal dari Tasikmalaya, Jawa Barat, dikenal sebagai seorang penulis, ahli tarot, hingga fotografer ternama.
Sementara ayahnya, Bakri Arbie, adalah ahli nuklir generasi kedua Indonesia setelah Dr. Baiquni, berasal dari Kampung Jawa Tondano, Gorontalo.
Connie juga merupakan istri Letnan Jenderal TNI (Purn) Djaja Suparman, mantan Panglima Kostrad dan Pangdam V/Brawijaya yang dikenal sebagai perwira tinggi militer berbintang tiga dari TNI Angkatan Darat.
Lahir di Bandung pada 3 November 1964, Connie memiliki rekam jejak yang mengesankan.
Bahkan, ia terlibat dalam perumusan kebijakan di berbagai institusi, termasuk DPR Komisi I, DPRD, Kemenkopolhukam, Kemhan, Kemlu, Wantanas, Lemhanas, Wantimpres, dan Badan Intelijen Negara.
Sebagai analis pertahanan, militer, dan intelijen, Connie telah menulis dua buku penting, yakni Defending Indonesia (2009) dan Pembangunan Kekuatan & Postur Ideal TNI (2007).
Pemikirannya sering kali dipresentasikan di berbagai forum internasional, seperti National Defense University (NDU) di Washington D.C., Global Security Meeting di Bratislava, Slovakia, dan Centre for Security Policy (CCSP) di Swiss.
Tak hanya itu, Connie juga menjadi anggota Dewan Pengawas Industri Pertahanan Swasta Nasional dan terpilih sebagai salah satu dari 22 Future Leaders oleh Massachusetts Institute of Technology (MIT), Boston, AS.
Salah satu momen yang membuat nama Connie semakin viral adalah saat dirinya berdialog langsung dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Dalam acara Valdai International Discussion Club, Connie mendapat kesempatan berbicara sebagai tamu dari Indonesia. Bahkan, ia meminta izin untuk berfoto bersama Putin sambil menyampaikan bahwa banyak penggemar Putin di Indonesia.
"Teman-temanmu di Indonesia luar biasa. Semua orang mengatakan URRA sepanjang waktu," ujar Connie kepada Putin.
"Dan pertanyaan saya kedua adalah, bisakah saya berfoto dengan Anda nanti? Terima kasih."
Momen tersebut menegaskan eksistensi Connie sebagai figur yang aktif di panggung internasional.
Dengan latar belakang yang kuat dan jejaring global, tak heran jika Connie Rahakundini Bakrie terus menjadi sorotan publik, terutama dalam isu-isu yang melibatkan nama besar elite politik. (okta)
Editor : Riana M.