Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Mesin Uang Palsu di UIN Makassar Dibeli Rp 600 Juta dari Surabaya, Dipesan dari China, Ini Modus dan Kronologi Lengkapnya

Nur Wachid • Sabtu, 21 Desember 2024 | 04:41 WIB
Mesin uang palsu UIN Alauddin Makassar dibeli Rp 600 juta dari Surabaya.
Mesin uang palsu UIN Alauddin Makassar dibeli Rp 600 juta dari Surabaya.

MAKASSAR, Jawa Pos Radar Lawu – Praktik produksi uang palsu yang melibatkan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar berhasil dibongkar oleh pihak kepolisian.

Mesin pencetak uang palsu seharga Rp 600 juta, yang dipesan dari China, diselundupkan ke ruang perpustakaan kampus tersebut untuk memproduksi uang palsu dalam skala besar.

Modus dan Kronologi Kasus Mesin Uang Palsu Diselundupkan di Perpustakaan UIN Alauddin Makassar 

Kapolres Gowa, AKBP Reonald Simanjuntak, mengungkapkan bahwa aktivitas produksi uang palsu ini telah berlangsung sejak 2010 di rumah seorang pelaku berinisial ASS, yang kini menjadi buronan (DPO).

ASS diduga berperan sebagai donatur utama pabrik uang palsu tersebut.

“Awalnya pembuatan uang palsu dilakukan di rumah ASS di Jalan Sunu, Makassar,” ujar Reonald pada Jumat (20/12/2024).

Setelah beberapa tahun menggunakan peralatan kecil, para pelaku memutuskan untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Pada 2024, mereka membeli mesin cetak besar seharga Rp 600 juta di Surabaya yang dipesan dari China.

Dengan bantuan Kepala Perpustakaan UIN Alauddin Makassar, Andi Ibrahim (AI), mesin tersebut berhasil dimasukkan ke ruang perpustakaan kampus pada malam hari tanpa sepengetahuan pihak rektorat.

Produksi Uang Besar-Besaran, Mesin Uang Palsu Diselundupkan di Perpustakaan UIN Alauddin Makassar 

Proses produksi uang palsu skala besar dimulai pada September 2024.

Polisi berhasil mengungkap bahwa 17 orang telah ditetapkan sebagai tersangka, termasuk dua oknum pegawai bank BUMN yang diduga terlibat dalam distribusi uang palsu tersebut.

“Saat ini, kami masih mengejar tiga tersangka yang diduga sebagai pendana utama,” jelas Reonald.

Tindakan Tegas Pihak Kampus Tersangka Pencetak Uang Palsu di UIN Alauddin Makassar 

Pihak rektorat UIN Alauddin Makassar menegaskan bahwa Andi Ibrahim telah dipecat dari jabatannya sebagai Kepala Perpustakaan.

“Kami mendukung penuh proses hukum yang sedang berlangsung,” ujar perwakilan kampus.

Polisi terus mengembangkan kasus ini, mengingat dampaknya yang luas terhadap ekonomi dan kepercayaan masyarakat.

“Kami tidak akan berhenti hingga semua pihak yang terlibat berhasil ditangkap,” pungkas Reonald. (kid)

Editor : Nur Wachid
#perpustakaan #modus #harga #uin makassar #UIN Alauddin Makassar #update #beli #mesin uang palsu #china #surabaya #fakta #terkini