JAWA POS RADAR LAWU – Jangan sekali-kali membentak anak. Ini amat penting dalam sistem parenting secara islami bagi orang tua muslim. Gus Baha mewanti-wanti hal tersebut sebagai tips mendidik anak.
Faktanya, tak sedikit yang marah-marah dalam mendidik anak. Beraneka macam bentakan dilontarkan saat anak tidak menurut ke orang tua. Sistem parenting yang diterapkan, dibarengi kemarahan.
Pola asuh seperti itu tergolong tidak islami. Bagi Gus Baha, hal tersebut merupakan pantangan. Sangat tidak dianjurkan orang tua muslim membentak anak. Terutama, anak yang belum mukallaf. Alias, yang belum dikenai kewajiban menjalankan hukum Islam.
Dalam sebuah pengajian, Gus Baha menganjurkan orang tua untuk tidak membentak anak.
‘’Anak saya sudah sujud (salat), bagi saya itu spesial,’’ kata ahli tauhid bernama lengkap KH Ahmad Bahauddin itu.
Mendidik anak secara islami juga harus dibarengi dengan menuruti keinginan atau kesenangan anak.
Namun, masih tetap di dalam koridor Islam.
‘’Menyenangkan anak itu, maknai sebagai hadiah ke orang yang sudah melafadzkan tauhid,’’ ungkap Gus Baha.
Mebentak atau memarahi anak bukan anjuran dalam parenting islami.
Sebab, anak-anak belum mendapat kewajiban menjalankan ajaran Islam.
Sampai waktu tertentu, mereka tidak diwajibkan salat.
Belum ada penghitungan antara dosa dengan amal soleh terhadap mereka.
‘’Kalau nyentak anak, kualat nanti,’’ tekan Gus Baha.
Perkataan Gus Baha tentang kualat membentak anak mulai populer.
Tips parenting islami seperti itu mulai menjadi pembahasan khalayak. Termasuk, orang tua muslim.
‘’Orang-orang mulai mikir. Guru-guru SD banyak yang bilang jangan berani ke anak, kata Gus Baha nanti kualat,’’ ungkap Gus Baha. (den)
Editor : Deni Kurniawan