Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Hari AIDS Sedunia 2024, Kemenkes: ODHIV Berhak atas Akses Layanan Kesehatan yang Setara

Oktaviani Sindy • Jumat, 29 November 2024 | 17:06 WIB
Pada Hari AIDS Sedunia 2024, Kemenkes tegaskan pentingnya akses layanan kesehatan setara bagi ODHIV, bebas stigma dan diskriminasi. (Pinterest)
Pada Hari AIDS Sedunia 2024, Kemenkes tegaskan pentingnya akses layanan kesehatan setara bagi ODHIV, bebas stigma dan diskriminasi. (Pinterest)

Jawa Pos Radar Lawu - Pada peringatan Hari AIDS Sedunia 2024, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr. Ina Agustina, M.K.M., menegaskan bahwa stigma terhadap orang dengan HIV (ODHIV) masih menjadi hambatan utama dalam upaya mengakhiri AIDS.

"Penting bagi kita untuk membangun pendekatan berbasis hak yang menghapus stigma dan diskriminasi. Semua orang berhak atas layanan kesehatan yang setara," ujar dr. Ina saat berada di Hotel Des Indes, Jakarta, pada Kamis (28/11/2024)

Data Kemenkes menunjukkan bahwa sebanyak 53 persen ODHIV tidak mengetahui adanya perlindungan hukum atas hak mereka, yang menyebabkan ketidakpercayaan mereka dalam mengakses layanan kesehatan.

Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk menghapuskan stigma dan menyediakan layanan kesehatan yang inklusif bagi semua, termasuk kelompok rentan.

Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr. Yudhi Pramono, M.A.R.S., juga menegaskan bahwa pencapaian target "Akhiri AIDS pada 2030" bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi harus menjadi gerakan kolektif masyarakat.

"Langkah bersama ini diharapkan dapat menurunkan angka infeksi baru, mengurangi kematian terkait AIDS, serta meningkatkan kualitas hidup ODHIV," ungkap dr. Yudhi.

Saat ini, sekitar 35 persen infeksi HIV/AIDS baru ditemukan pada kelompok seks berisiko, seperti lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki (LSL) dan pasangan ODHIV.

Meski demikian, hanya 64 persen ODHIV yang menerima terapi antiretroviral (ARV), dan hanya 49 persen yang mencapai supresi viral.

Untuk itu, Kemenkes menekankan pentingnya inovasi seperti skrining mandiri, pengobatan di hari yang sama (Sameday ART), dan integrasi layanan berbasis komunitas untuk mencapai target 95-95-95 pada 2030.

Dr. Muhammad Saleem, Direktur UNAIDS Indonesia, juga menyoroti pentingnya mengatasi stigma dan diskriminasi yang masih menjadi penghalang utama dalam pengendalian HIV di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia.

"Hari AIDS Sedunia ini harus menjadi momen refleksi global untuk menghapus stigma dan mempromosikan akses layanan kesehatan yang adil bagi semua," ujarnya.

Peringatan Hari AIDS Sedunia 2024 mengingatkan kita bahwa hak akses layanan kesehatan yang setara adalah hak setiap individu, termasuk ODHIV.

Untuk mencapai tujuan 2030 dalam mengakhiri AIDS, dibutuhkan komitmen dan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor terkait guna memastikan tidak ada seorang pun yang tertinggal. (okta)

Editor : Riana M.
#ODHIV #pemerintah #2024 #hari aids sedunia #pelayanan kesehatan #kesehatan #aids #kemenkes #orang dengan hiv-aids #stigma #kementerian kesehatan