Jawa Pos Radar Lawu - Hari Ayah Nasional dan Hari Ayah Sedunia adalah peringatan yang berbeda, meskipun sama-sama bertujuan menghargai peran ayah dalam keluarga.
Di Indonesia, Hari Ayah Nasional diperingati setiap tanggal 12 November, sementara Hari Ayah Sedunia dirayakan pada minggu ketiga bulan Juni. Berikut perbedaan dan sejarah terbentuknya kedua hari spesial tersebut:
Sejarah Hari Ayah Nasional di Indonesia
Hari Ayah Nasional dimulai dari kompetisi menulis surat yang awalnya diadakan oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP) di Solo, Jawa Tengah, pada tahun 2014.
Awalnya, lomba tersebut ditujukan untuk para ibu, namun seorang peserta mempertanyakan mengapa tidak ada hari khusus untuk ayah.
Menanggapi hal ini, PPIP kemudian mendeklarasikan 12 November sebagai Hari Ayah Indonesia, yang didukung oleh berbagai komunitas di Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur.
Hari ini dirancang sebagai bentuk penghargaan bagi para ayah yang memiliki peran penting dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
Sejarah Hari Ayah Sedunia
Berbeda dari peringatan di Indonesia, Hari Ayah Sedunia dimulai di Amerika Serikat oleh Sonora Smart Dodd pada tahun 1910.
Terinspirasi oleh Hari Ibu, Sonora ingin menghormati ayahnya, William Jackson Smart, seorang veteran perang yang membesarkan enam anaknya seorang diri.
Awalnya, Dodd ingin menetapkan perayaan ini pada 5 Juni, bertepatan dengan ulang tahun ayahnya, namun akhirnya ditetapkan menjadi minggu ketiga bulan Juni.
Presiden Richard Nixon pada 1972 meresmikan Hari Ayah sebagai hari libur nasional di Amerika Serikat.
Mengapa Perayaannya Berbeda?
Hari Ayah Nasional di Indonesia merupakan hasil dari deklarasi lokal yang diinisiasi oleh masyarakat Indonesia untuk mengapresiasi para ayah di tanah air.
Sementara itu, Hari Ayah Sedunia muncul dari usaha individu untuk menghormati ayah dan diresmikan sebagai hari libur di Amerika Serikat.
Meskipun berbeda, kedua perayaan ini memiliki tujuan yang sama, memberikan penghargaan dan apresiasi atas peran ayah. (kid)
Editor : Nur Wachid