Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Penyebab 50 Ton Susu Boyolali Dibuang dan Aksi Protes Mandi Susu, Ini Fakta dan Penjelasannya

Nur Wachid • Senin, 11 November 2024 | 21:49 WIB
Fakta di Balik Video Viral Mandi Susu dan Dibuang 50 Ton. (TWITTER X)
Fakta di Balik Video Viral Mandi Susu dan Dibuang 50 Ton. (TWITTER X)

BOYOLALI, Jawa Pos Radar Lawu – Ratusan peternak sapi perah di Boyolali melakukan aksi protes dengan membuang susu segar dan menggelar aksi mandi susu.

Aksi ini merupakan bentuk keprihatinan atas kondisi yang memaksa mereka membuang hingga 50 ton susu akibat penurunan serapan oleh industri pengolahan susu (IPS).

Penurunan Serapan Susu  Boyolali Sejak September

Sejak September 2024, para peternak di Boyolali mulai melaporkan penurunan drastis dalam jumlah susu yang dapat mereka distribusikan ke pabrik.

Biasanya, produksi harian yang mencapai 23.000 liter hanya terserap sekitar 15.000 liter per hari. Penurunan serapan ini mengakibatkan surplus yang harus dibuang, karena susu segar memiliki masa simpan yang sangat terbatas.

Faktor Penyebab Surplus Susu Boyolali

Beberapa faktor utama di balik masalah ini adalah pembatasan kuota serapan oleh IPS dan kondisi pasar yang sedang melemah.

Penurunan permintaan dari konsumen turut memengaruhi industri dalam menyerap seluruh pasokan susu yang ada.

Selain itu, beberapa pabrik melakukan perbaikan mesin, yang semakin memperburuk situasi.

Tidak hanya itu, maraknya impor susu juga menjadi tantangan besar bagi peternak lokal.

Produk impor yang lebih murah membuat persaingan semakin ketat, dan peternak lokal merasa kesulitan untuk bersaing.

Baca Juga: Fakta Lydia Onic Gonta-ganti Pacar 17 Kali, Link Video 12 Menit 13 Detik Viral dengan Pacar Terakhir?

Protes Peternak Mandi Susu Boyolali dan Tuntutan Kepada Pemerintah

Sebagai bentuk protes, ratusan peternak berkumpul di Boyolali dengan membawa puluhan ken berisi susu segar.

Beberapa peternak bahkan mengguyur diri mereka dengan susu sebagai simbol bahwa produk mereka lebih baik dibuang daripada tidak dihargai.

“Monggo susu gratis, ambil gratis,” ujar Sriyono, pengurus KUD Mojosongo, sembari menyerukan ketidakadilan yang dirasakan oleh para peternak.

Ketua Dewan Persusuan Nasional (DPN), Teguh Boediyana, menegaskan bahwa tidak adanya regulasi yang cukup kuat untuk melindungi peternak sapi perah rakyat adalah akar masalahnya.

“Pemerintah perlu lebih tegas dalam mengatur impor susu agar produk lokal dapat lebih terlindungi,” tegas Teguh.

Dampak Ekonomi dan Harapan Peternak Penghasil Susu Boyolali 

Dampak dari penurunan serapan ini sangat dirasakan oleh peloper dan peternak.

Beberapa peloper seperti Sugianto bahkan harus menjual aset pribadi seperti mobil dan tanah untuk menutupi kerugian akibat susu yang tidak terserap.

“Saya sudah merugi hingga Rp 1,5 miliar. Kalau situasi ini terus berlanjut, kami tidak akan bertahan,” ujarnya.

Para peternak berharap pemerintah segera mengambil langkah tegas untuk membatasi impor dan meningkatkan kuota serapan oleh IPS.

Baca Juga: Lydia Onic Tonton Film Anime di Netflix Ini Sebelum Link Video 12 Menit 13 Detik Viral, Takut Nonton Horor?

Mereka juga menunggu hasil rapat koordinasi Kementerian Pertanian dengan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) serta asosiasi IPS yang dijadwalkan pada 11 November 2024.

Harapannya, langkah ini dapat memberikan solusi nyata dan mengembalikan stabilitas usaha peternak sapi perah di Boyolali. (kid)

Editor : Nur Wachid
#penyebab #pabrik #50 ton #protes #susu #dibuang #impor #mandi #aksi #boyolali