Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Menko Zulkifli Hasan Ungkap Tantangan Target Swasembada Pangan di Pemerintahan Prabowo-Gibran di Tahun 2028

Oktaviani Sindy • Rabu, 30 Oktober 2024 | 02:42 WIB
Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan ungkap target swasembada pangan di pemerintahan Prabowo-gibran di tahun 2028, begini alasannya. (Istimewa)
Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan ungkap target swasembada pangan di pemerintahan Prabowo-gibran di tahun 2028, begini alasannya. (Istimewa)

Jawa Pos Radar Lawu - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan bahwa pemerintah sedang bekerja keras untuk mencapai target swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto untuk tahun 2028.

Di tengah tantangan waktu yang semakin mendesak, Zulkifli atau akrab disapa Zulhas menyatakan bahwa kerja sama lintas kementerian menjadi faktor kunci keberhasilan.

"Kita berkejaran dengan waktu. Pak Presiden sudah berkali-kali menyampaikan kita ingin agar negeri kita ini swasembada pangan," ujar Zulhas pada awak media di Kantor Kementerian Kehutanan, Jakarta, Selasa (29/10/2024).

Zulhas memimpin rapat gabungan antar-kementerian, yang dihadiri oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.

Pertemuan tersebut difokuskan pada langkah-langkah mendukung pencapaian swasembada pangan di berbagai sektor.

"Kita bertemu hari ini di kantor Pak Menteri Kehutanan untuk membahas banyak hal terkait tanah, seperti kajian amdal (analisis dampak lingkungan), yang penting untuk mendukung swasembada pangan," terang Zulhas.

Menurutnya, kerja sama dan koordinasi antara kementerian sangat penting karena pencapaian swasembada pangan tidak bisa diselesaikan oleh satu kementerian saja. Kementerian Kelautan dan Perikanan, misalnya, berfokus pada swasembada di sektor perikanan.

Sementara Kementerian Desa memiliki anggaran desa yang bisa dialokasikan untuk ketahanan pangan, seperti yang dijelaskan oleh Zulhas.

"Dana desa itu ada Rp 14 triliun lebih. Nanti kita akan kasih modul, kasih model, sehingga apa yang harus dikerjakan desa-desa itu dalam rangka ketahanan pangan," jelasnya.

Selanjutnya, Zulhas turut menyoroti ketergantungan Kementerian Pertanian pada pihak lain, seperti BUMN untuk pengadaan pupuk, Kementerian Pekerjaan Umum untuk irigasi, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk penelitian bibit unggul.

"Kalau dia mau pupuk, harus ke BUMN. Kalau dia perlu air untuk mengairi sawah, perlu irigasi dari PU. Kalau dia perlu penelitian bibit baru, harus BRIN yang meneliti," kata Zulhas, menegaskan pentingnya sinergi dalam mewujudkan swasembada pangan.

Zulhas juga mengingatkan bahwa jika ada satu kementerian saja yang tidak berkoordinasi, maka target swasembada pangan pada tahun 2028 sulit tercapai.

"Satu saja tidak mau kerja sama, susah. Misalnya kalau airnya tidak ada, sudah pontang-panting. Airnya ada, pupuknya telat, tidak bisa juga. Jadi penting sekali," ujar Zulhas.

Rapat gabungan ini digelar atas arahan langsung dari Presiden Prabowo untuk memastikan semua kementerian bekerja sebagai satu tim demi mencapai tujuan bersama.

"Kita harus satu kesatuan, satu tim, sehingga nanti golnya itu adalah swasembada pangan pada tahun 2028," tutup Zulhas. (okta)

Editor : Riana M.
#kementerian #zulkifli hasan #Menteri Koordinator Bidang Pangan #swasembada pangan #zulhas #presiden prabowo subianto