Jawa Pos Radar Lawu - Kasus video viral guru dan murid di Gorontalo terus menjadi sorotan, menambah daftar panjang permasalahan di dunia pendidikan Indonesia.
Seiring link video guru dan siswa Gorontalo full 7 menit terus beredar hingga kini.
Oknum guru telah ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan siswi mendapat atensi khusus dari berbagai pihak dalam hal perlindungan dan pemulihan psikologi.
Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Satriwan Salim, menegaskan bahwa situasi ini merupakan darurat pendidikan.
Kejahatan serupa terus meningkat, dan penanganannya dinilai kurang menimbulkan efek jera. “Ini butuh langkah luar biasa,” ujar Satriwan.
Data Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mencatat 101 korban di sekolah sepanjang Januari hingga Agustus 2024.
Meski menurun dibanding 2023 yang mencapai 202 korban, angka ini masih cukup tinggi.
KPAI menilai relasi yang tidak seimbang antara guru dan murid serta lemahnya pengawasan dalam sistem pendidikan turut menjadi penyebab.
Baca Juga: Masjid Walima Emas, Destinasi Wisata Religi dengan Pemandangan Memukau Gorontalo
Kasus video guru dan murid Gorontalo telah memicu banyak perhatian, dihubungkan dengan guru Bahasa Indonesia dan Ketua OSIS MAN 1 Gorontalo yang terlibat.
Penanganan yang lebih ketat dan menyeluruh diperlukan untuk mencegah berulangnya kasus video viral guru dan murid Gorontalo full 7 menit. (kid)