GORONTALO, Jawa Pos Radar Lawu – Video viral guru dan siswi Gorontalo full 7 menit yang terus menyedot perhatian publik.
Meskipun guru yang terlibat sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi, keputusan sekolah untuk mengeluarkan siswi tersebut memicu kritik dari berbagai pihak, termasuk aktivis perempuan dan anak.
Mereka menilai bahwa keputusan tersebut tidak tepat, korban seharusnya mendapatkan perlindungan dan pendampingan psikologis agar tetap bisa melanjutkan pendidikan, bukan dihukum dengan dikeluarkan dari sekolah.
Kepala MAN tempat sekolah siswa tersebut di Gorontalo, RB, membantah kabar yang menyebutkan bahwa ia telah mengeluarkan siswa terkait video tersebut.
''Tidak benar bahwa saya mengeluarkan siswa. Hingga saat ini, siswi tersebut masih terdaftar sebagai murid kami," tegasnya.
Menurut RB, pihak sekolah bekerja sama dengan Pusat Pelayanan Anak (PPA) untuk memastikan kelanjutan proses belajar-mengajar siswi tersebut.
"Kami tengah mengupayakan solusinya, dan sampai saat ini siswi itu tetap berstatus murid," lanjutnya.
Kepala sekolah juga menekankan pentingnya tanggung jawab guru dan siswa untuk menjalankan peran masing-masing dengan baik. Ia berharap agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Meskipun kabar mengenai keluarnya siswi dari sekolah telah menyebar, RB mengundang semua pihak untuk memverifikasi langsung di sekolah guna memastikan kebenaran informasinya.
"Boleh dicek langsung, tidak ada siswa yang dikeluarkan," pungkasnya.
Proses Pendampingan untuk Siswa dalam Video Viral dengan Guru di Gorontalo
Saat ini, pihak sekolah bekerja sama dengan PPA dan instansi terkait untuk memberikan pendampingan psikologis dan memastikan siswi tersebut tetap bisa melanjutkan pendidikannya dengan aman dan nyaman.
Video viral guru dan murid Gorontalo full 7 menit terus menjadi perbincanan publik, meskipun sudah ada klarifikasi dari pihak sekolah, banyak yang berharap agar kasus ini menjadi pelajaran untuk semua pihak terkait penanganan di lingkungan sekolah. (kid)
Editor : Nur Wachid