Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

PDI Perjuangan Ikut Kecam Aksi Premanisme Pembubaran Diskusi di Hotel Grand Kemang

Oktaviani Sindy • Senin, 30 September 2024 | 21:22 WIB
Buntut penyerangan forum diskusi di Hotel Grand Kemang disorot berbagai aspek publik, hingga PDI Perjuangan turut menegecam insiden tersebut lewat jubirnya, Chiko Hakim. (Istimewa)
Buntut penyerangan forum diskusi di Hotel Grand Kemang disorot berbagai aspek publik, hingga PDI Perjuangan turut menegecam insiden tersebut lewat jubirnya, Chiko Hakim. (Istimewa)

Jawa Pos Radar Lawu - PDI Perjuangan (PDIP) mengecam keras aksi pembubaran diskusi yang dilakukan oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK) di Hotel Grand Kemang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Sabtu (28/9/2024).

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, namun dibubarkan secara paksa oleh kelompok yang merangsek masuk ke dalam lokasi.

Juru bicara PDIP, Chico Hakim, menilai tindakan tersebut merupakan aksi premanisme yang bertujuan untuk membungkam ide dan gagasan yang dibahas dalam diskusi tersebut.

“Kami sangat menyayangkan dan mengecam keras terjadinya aksi premanisme brutal dengan mencoba mematikan ide dan gagasan yang akan dibahas dalam diskusi tersebut,” tegas Chico kepada awak media, Senin (30/9/2024).

Selain mengecam aksi pembubaran, Chico juga menyesalkan sikap aparat keamanan yang dinilai tidak bertindak cepat dalam menangani situasi tersebut.

"Kami juga menyesalkan aparat kepolisian yang diam dan tidak bertindak, bahkan diduga melakukan pembiaran," ungkapnya.

Menurut Chico, tindakan ini bertentangan dengan konstitusi yang menjamin kebebasan menyatakan pendapat, berserikat, dan berkumpul. Ia menekankan bahwa demokrasi Indonesia tidak dibangun di atas konsensus semata, melainkan melalui pertarungan ide dan gagasan demi kemajuan bangsa.

“Dalam falsafah Pancasila 1 Juni 1945, watak demokrasi Indonesia yang dibangun bukanlah demokrasi konsensus, melainkan demokrasi dengan pertarungan ide dan gagasan guna menjawab berbagai persoalan rakyat,” jelasnya.

Chico menambahkan bahwa PDI Perjuangan terinspirasi oleh cara pandang Bung Karno yang mengutamakan adu gagasan terlebih dahulu sebelum musyawarah.

Selain itu, Chico berharap aparat keamanan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik untuk memastikan bahwa hak-hak konstitusional warga negara terlindungi.

"Kami berharap dan mendorong aparat untuk melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai penjamin keamanan bagi semua warga negara yang sedang menjalankan hak-hak konstitusionalnya, sehingga kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi," tandasnya.

Sebelumnya, acara diskusi di Hotel Grand Kemang dibubarkan secara paksa oleh OTK yang menggunakan masker.

Mereka merangsek masuk, berteriak-teriak, dan membuat kerusuhan dengan mencopot spanduk dan merusak peralatan seperti infokus yang digunakan dalam acara tersebut.

Acara diskusi ini menghadirkan sejumlah narasumber ternama, seperti Din Syamsuddin, Abraham Samad, Refly Harun, Marwan Batubara, Said Didu, dan lainnya. Setelah kejadian tersebut, polisi telah menangkap lima orang terkait aksi pembubaran ini.

Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol Ade Rahmat Idnal, menjelaskan bahwa ada tiga kegiatan di hari tersebut, termasuk demo tandingan yang menolak diadakannya seminar. Ia mengungkapkan bahwa kelompok OTK diduga menyusup ke hotel melalui pintu belakang.

"Tiba-tiba ada beberapa orang massa yang menyusup lewat pintu belakang, lewat pintu karyawan dan juga ada beberapa yang sudah berada di dalam hotel," jelasnya.

Dari lima orang yang ditangkap, dua orang kini telah ditetapkan sebagai tersangka, sementara tiga lainnya masih dalam pemeriksaan. Para tersangka dijerat dengan Pasal 170 dan 406 KUHP terkait perusakan, serta Pasal 351 KUHP untuk tindak penganiayaan terhadap sekuriti hotel.

"Kami berharap aparat lebih tegas ke depannya dalam melindungi hak konstitusional masyarakat,” pungkas Chico. (okta)

Editor : Riana M.
#mampang #chico hakim #Pembubaran diskusi di Kemang #pdi perjuangan #juru bicara #aksi #Hotel Grand Kemang #premanisme #orang tak dikenal