GORONTALO, Jawa Pos Radar Lawu - Video viral guru dan murid di Gorontalo terus menjadi sorotan.
Setelah video tersebut menyebar luas di media sosial, pihak berwenang kini bergerak cepat untuk menanggulangi penyebarannya.
Kapolres Gorontalo, AKBP Deddy Herman, SIK, MKP, menyatakan bahwa Direktorat Cyber dan Kominfo telah terjun langsung untuk mengatasi masalah ini dengan serius.
Direktorat Cyber dan Kominfo Tangani Penyebaran Video Viral Guru dan Murid Gorontalo
Kapolres Gorontalo, dalam konferensi pers pada Rabu (25/09/2024), menekankan pentingnya perlindungan terhadap korban yang masih berstatus anak di bawah umur.
Ia mengimbau masyarakat untuk berhenti menyebarkan video tersebut, baik melalui media sosial maupun platform lainnya.
"Kami berkomitmen menangani kasus ini dengan serius, terutama karena melibatkan anak di bawah umur,'' jelas AKBP Deddy Herman.
''Kami juga bekerja sama dengan Direktorat Cyber dan Kominfo untuk menghentikan penyebaran link yang sudah tersebar," tambahnya.
Masyarakat Diminta Stop Sebar Link Maupun Video Viral Guru dan Siswa Gorontalo
Kapolres Deddy Herman juga mengingatkan bahwa penyebaran konten asusila melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Ia menegaskan bahwa siapa pun yang masih menyebarkan video tersebut dapat dikenai sanksi pidana.
"Kami berharap masyarakat lebih berhati-hati dan tidak memperpanjang penyebaran video ini. Selain melanggar hukum, tindakan tersebut sangat berdampak pada korban yang saat ini tengah dalam proses pemulihan," tambahnya.
Kasus video viral ini menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menghadapi konten asusila, terutama yang melibatkan anak-anak.
Kapolres juga meminta agar netizen lebih berempati dan tidak ikut memperburuk keadaan dengan membagikan video tersebut.
Pendampingan Psikologis untuk Korban
Selain upaya menghentikan penyebaran konten, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Gorontalo juga telah mengambil langkah-langkah untuk membantu pemulihan kondisi psikologis korban.
DP3A menyatakan bahwa korban saat ini mendapatkan pendampingan khusus untuk mengatasi trauma yang muncul akibat viralnya video guru dan murid Gorontalo. (kid)
Editor : Nur Wachid