Jawa Pos Radar Lawu - Dalam sebuah pernyataan yang mencuri perhatian, Calon Gubernur Sumatera Utara nomor urut 1, Bobby Nasution, memamerkan keberhasilannya dalam pembangunan infrastruktur di Kota Medan.
Menantu Presiden Joko Widodo ini tak segan-segan mengungkapkan keprihatinannya mengenai kerusakan infrastruktur jalan di wilayah Sumut.
Namun, tanggapan datang dari Juru Bicara Calon Gubernur nomor urut 2, Edy Rahmayadi, Sutrisno Pangaribuan, yang meminta Bobby untuk tidak berbangga hati tanpa melihat dari mana sumber anggaran pembangunan tersebut.
Sutrisno mengajukan pertanyaan krusial, "Itu pakai APBD atau APBN? Yang mana yang APBD? Yang APBN yang mana?"
Selain itu, Sutrisno, menegaskan pentingnya mengetahui sumber anggaran dalam setiap proyek pembangunan. Ia juga, menjelaskan bahwa banyak infrastruktur di Medan yang didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), seperti revitalisasi Stadion Teladan yang memerlukan biaya Rp275 miliar dari Kementerian PUPR dan Rp235 miliar dari APBD Kota Medan.
Sutrisno juga mengungkit proyek pembangunan tanggul rob di Belawan yang memanfaatkan APBN sebesar Rp100 miliar.
Sementara itu, kritik dilontarkan Sutrisno terhadap proyek lampu jalan yang dikerjakan Bobby, yang menurutnya gagal dan berpotensi melanggar hukum. Proyek tersebut melibatkan pemasangan 1.700 lampu jalan yang menghabiskan anggaran Rp25,7 miliar, namun banyak material yang digunakan tidak memenuhi standar.
Bobby sendiri mengakui bahwa proyek tersebut mengalami kegagalan dan para kontraktor harus mengembalikan dana yang telah dikeluarkan.
Sutrisno juga menyentuh masalah proyek rehabilitasi gedung Kejaksaan Negeri Medan yang ambruk pada November 2022 dengan pagu anggaran Rp2,5 miliar.
Ia mempertanyakan kelanjutan proyek-proyek yang belum selesai, terutama menjelang musim hujan yang akan datang.
"Kalau tidak selesai, kapan selesainya? Iya kan? Ini sudah mau masuk Oktober," ungkapnya.
Dalam kampanyenya di Kabupaten Mandailing Natal, Bobby mengingatkan tentang pentingnya perhatian pada kondisi jalan yang rusak di Sumut. Ia menyatakan bahwa masyarakat tidak selalu bisa membedakan antara jalan nasional, provinsi, atau kabupaten.
"Yang penting tahunya itu jalan punya pemerintah," tuturnya.
Bobby menegaskan bahwa tugas pemerintah daerah adalah menyelesaikan masalah, bukan melemparkan tanggung jawab kepada pihak lain.
Mengacu pada kritik yang dilontarkan Edy Rahmayadi sebelumnya mengenai kondisi jalan, Bobby mengatakan bahwa pemerintah daerah harus hadir untuk menyelesaikan masalah.
"Yang masyarakat mau, mau jalan nasional, jalan provinsi, kabupaten, kota, ya, mulus saja. Tidak penting siapa yang bertanggung jawab," katanya.
Bobby menekankan bahwa banyak pembangunan di Kota Medan tidak hanya bergantung pada dana pusat, tetapi juga berasal dari APBD. Ia mengklaim, 60 persen dari dana pembangunan Medan bersumber dari APBD, dan 40 persen dari APBN.
"Kami bisa bangun sana, bangun sini kalau katanya dikasih sama pemerintah pusat," tuturnya.
Di sisi lain,Bobby juga menyinggung anggaran Provinsi Sumatera Utara yang mencapai sekitar Rp15 triliun, dan mempertanyakan mengapa dengan anggaran sebesar itu tidak terlihat hasil pembangunan yang signifikan.
"Buat PON pun bingung kita gimana. Ini uang masyarakat yang dititipkan," ujarnya.
Dalam suasana kampanye yang penuh semangat, Bobby mengajak para pendukungnya untuk terus menyampaikan program-program yang telah ia lakukan, serta menegaskan bahwa pemimpin harus dipilih berdasarkan kinerja, bukan status pribadi.
"Pesta demokrasi ini harus dijalani dengan ceria, meski ada pesan serius di baliknya," tutupnya. (okta)
Editor : Riana M.