Jawa Pos Radar Lawu – Kasus penemuan tujuh mayat di Kali Bekasi terus bergulir, Polda Metro Jaya melakukan penyelidikan.
Hingga saat ini, 9 polisi yang bertugas dalam patroli malam pada saat dugaan insiden tawuran terjadi telah diperiksa oleh Divisi Propam Polda Metro Jaya.
Mereka diduga terlibat dalam upaya pembubaran massa yang dikaitkan dengan insiden di mana sejumlah remaja melompat ke sungai untuk menghindari polisi.
Dilansir Jawa Pos, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, menyatakan, “Sembilan personel ini bertugas membubarkan massa yang hendak tawuran. Kami tengah mendalami peran mereka dalam upaya patroli dan pengecekan TKP.”
Berdasarkan investigasi awal, polisi melakukan patroli siber setelah menemukan adanya ajakan tawuran di media sosial.
Tindakan ini mendorong patroli fisik di TKP, yang akhirnya berujung pada pembubaran kelompok remaja.
Diduga, beberapa dari mereka melarikan diri ke Kali Bekasi untuk menghindari penangkapan.
Penemuan mayat ini pertama kali dilaporkan oleh seorang warga yang sedang mencari kucingnya di tepi kali, yang menemukan lima mayat terapung.
Setelah penyisiran lebih lanjut oleh tim BPBD dan kepolisian, ditemukan dua mayat tambahan, menjadikan total tujuh korban tewas.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bekasi, Priadi Santoso, menyatakan, "Seluruh korban ditemukan mengambang dan telah dievakuasi untuk proses lebih lanjut."
Proses Investigasi Propam Terkait 7 Mayat di Kali Bekasi
Divisi Propam kini mendalami apakah ada tindakan atau kelalaian dari pihak patroli yang menyebabkan insiden fatal ini.
Kombes Ade Ary Syam Indradi menegaskan bahwa penyelidikan akan dilakukan secara transparan.
"Jika ada kesalahan dari anggota, maka kami akan meminta pertanggungjawaban sesuai dengan aturan hukum yang berlaku," tegasnya.
Berita ini menyita perhatian publik, terutama di media sosial.
Banyak yang menyayangkan kejadian tersebut, terutama karena korban-korban ini merupakan remaja belasan tahun.
Beberapa berpendapat bahwa pihak polisi perlu bertanggung jawab atas kejadian tersebut jika memang terbukti bahwa tindakan mereka yang mendorong korban melompat ke kali.
Namun, banyak juga yang mendukung langkah tegas kepolisian dalam mengantisipasi tawuran yang kerap kali mengganggu ketertiban umum. (kid)
Editor : Nur Wachid