Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Tupperware Bangkrut! Perusahaan Akan Mengajukan Kepailitan Paling Cepat Minggu Ini

Winarsih • Rabu, 18 September 2024 | 21:59 WIB
Perusahaan perabotan rumah tangga kesayangan para ibu-ibu dikabarkan bangkrut (pinterest)
Perusahaan perabotan rumah tangga kesayangan para ibu-ibu dikabarkan bangkrut (pinterest)

Jawa Pos Radar Lawu – Perusahaan peralatan rumah tangga kesayangan ibu-ibu, Tupperware Brands kini dikabarkan resmi pengajuan klaim kebangkrutan setelah bertahun-tahun berjuang melawan penurunan penjualan dan menghadapi banyaknya persaingan.

Pengajuan ini paling cepat dalam pekan ini.

Mengutip Reuters, Tupperware berencana untuk mendapatkan perlindungan pengadilan setelah melanggar persyaratan utangnya dan meminta bantuan dari penasihat hukum dan keuangan.

Pada saat yang sama, saham Tupperware terpantau anjlok lebih dari 50% pada perdagangan pukul 03.53 PM waktu New York.

Persiapan kepailitan ini menyusul upaya negoisasi yang berlarut-larut antara Tupperware dengan para pemberi pinjaman. 

Diketahui, Perusahaan ini memiliki hutang lebih dari US$700 juta.

Para kreditur nuga sudah sepakat untuk memberikan ruang bernapas atas persyaratan yang sudah dilanggar, tetapi kondisi Tupperware masih terus memburuk. 

Meskipun demikian, rencana pengajuan kepailitian ini masih belum final.

Pihak dari Tupperware itu sendiri juga menolak memberikan komentar saat dimintai konfirmasi. 

Dilansir dari Reuters, setelah pandemi Covig-19 perusahaann kesulitan memenuhi kebutuhan dengan adanya lonjakan biaya bahan baku penting seperti fesin plastik.

Tidak hanya bahan baku, tetapi juga tenaga kerja. 

Pada bulan Agutus, Perusahaan Tupperware sudah menimbulkan keraguan yang besar atas kemampuannya untuk mempertahankan kelangsungan usahanya untuk yang ke-empat kalinya.

Sejak tahun 2022 lalu, sudah mengatakan bahwa Perusahaan Tupperware ini sedang menghadapi krisis likuiditas. 

Perusahaan Tuperware ini mencatatkan perkiraan aset senilai $500 juta hingga $1 miliar dan perkiraan kewajiban sebesar $1 miliar-$10 miliar, menurut pengajuan kebangkrutan di Pengadilan Kebangkrutan AS untuk Distrik Delaware.

Bulan Juni, perusahaan ini juga sudah memberhentikan hampir 150 karyawan karena akan menututp satu-satunya pabrik di AS. 

Pendiri Tupperware, Earl Tupper, pada 1946 memperkenalkan produk plastiknya kepada publik, dan kemudian mematenkan segel kedap udara yang fleksibel.

Barang-barang tersebut akhirnya membanjiri rumah-rumah di Amerika, sebagian besar melalui pesta penjualan independen yang diselenggarakan di rumah-rumah pinggiran kota.

Perusahaan ini terus beroperasi selama hampir 80 tahun dan sangat bergantung pada penjualan langsung oleh sejumlah besar vendor amatir, dengan jumlah penjual independen yang tercatat dalam pengajuan peraturan mencapai lebih dari 300.000 orang hingga tahun 2022. (*)

Editor : Riana M.
#perusahaan #pailit #pabrik #krisis likuiditas #amerika serikat #tupperware