Jawa Pos Radar Lawu - Anindya Novyan Bakrie lebih dikenal Anindya Bakrie, pengusaha berbagai sektor bisnis di Indonesia, termasuk teknologi, media, dan energi terbarukan.
Anindya Bakrie Lahir pada 10 November 1974, Anindya merupakan cucu dari Achmad Bakrie, pendiri Bakrie Group.
Ia menyelesaikan pendidikan di Northwestern University dan Stanford Graduate School of Business.
Selain dikenal sebagai pemilik klub sepak bola Inggris, Oxford United, bersama Erick Thohir, Anindya juga menjabat sebagai Direktur Utama Bakrie Group yang mengendalikan beberapa perusahaan publik dengan kapitalisasi pasar gabungan mencapai US$15 miliar.
Di bawah kepemimpinannya, Bakrie Group aktif dalam transisi energi terbarukan, dengan proyek-proyek seperti pengadaan bus listrik di Jakarta melalui anak perusahaannya, PT VKTR Teknologi Mobilitas.
Anindya juga memimpin Visi Media Asia (VIVA Group), yang memiliki stasiun televisi tvOne dan ANTV, serta portal berita VIVA.co.id.
Di luar bisnis, ia mendirikan Bakrie Center Foundation yang fokus pada filantropi, termasuk mendukung pendidikan di Stanford Business School.
Anindya terpilih sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia melalui Munaslub yang berlangsung pada 14 September 2024.
Namun, pemilihan ini memicu kontroversi karena disebut-sebut ilegal oleh beberapa pihak, termasuk mantan Ketua Umum Kadin, Arsjad Rasjid.
Perjalanan Karier dan Kontroversi Munaslub
Sebelum terjun ke bisnis, Anindya Bakrie memulai karier sebagai banker investasi di Salomon Brothers, Wall Street, Amerika Serikat.
Pada tahun 1997, ia kembali ke Indonesia untuk mengembangkan Bakrie Group setelah krisis ekonomi 1998.
Di bawah kepemimpinannya, Bakrie Group berhasil mengatasi utang besar melalui restrukturisasi dan diversifikasi bisnis ke berbagai sektor.
Terpilihnya Anindya sebagai Ketua Umum Kadin dalam Munaslub yang dianggap kontroversial karena tidak diakui oleh kubu lain menimbulkan polemik. (kid)
Editor : Nur Wachid