JAKARTA, Jawa Pos Radar Lawu – Kekacauan terkait pembelian e-meterai untuk pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2024 semakin memanas di media sosial, terutama di platform Twitter (X).
Sejumlah pelamar mengeluhkan bahwa meskipun pembayaran e-meterai telah berhasil, kuota e-meterai yang dibeli tetap kosong atau nol.
Netizen menyebut saldo mereka berkurang setelah melakukan pembayaran melalui metode seperti Qris, tetapi status transaksi tetap menunjukkan "menunggu pembayaran" atau "gagal".
Tagar Begal Ala Peruri pun mulai trending, menyindir Perum Peruri yang bertanggung jawab atas penerbitan e-meterai.
Plesetan nama "Peruri" menjadi "Pencuri" juga muncul sebagai ekspresi frustasi netizen yang merasa dirugikan.
Banyak pelamar CPNS melaporkan situasi serupa, di mana mereka telah membayar e-meterai sebanyak beberapa kali, namun kuota yang seharusnya diberikan tetap tidak diterima.
Seorang pengguna bahkan menyebut sudah membayar tiga kali dengan total transaksi Rp 187.500, namun kuota tetap nol.
Masalah ini memicu kemarahan netizen, terutama karena waktu pendaftaran CPNS yang semakin mendekati batas akhir.
Salah satu pengguna X mengatakan, "Sudah bayar pakai Qris, saldo berkurang tapi e-meterai nggak masuk. Ini pencurian terang-terangan!"
Baca Juga: Heboh! Buntut Panjang Kasus Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi: Kaesang Dikabarkan Malu Usai Menghilang
Kekhawatiran terbesar mereka, dokumen pendaftaran CPNS bisa dianggap tidak sah jika e-meterai tidak berhasil dibubuhkan.
Banyak pelamar kini berharap adanya perpanjangan masa pendaftaran CPNS atau solusi dari pihak Peruri dan pemerintah untuk mengatasi masalah ini.
Hingga berita ini diturunkan, Peruri masih belum memberikan penjelasan lengkap terkait gangguan yang terjadi pada situs mereka. (kid)
Editor : Nur Wachid