Jawa Pos Radar Lawu - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, kini masih menjadi sorotan publik setelah dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan gratifikasi penggunaan fasilitas jet pribadi.
Publik sempat bertanya-tanya mengenai keberadaan Kaesang, bahkan muncul desakan kepada KPK untuk segera mengusut kasus ini.
Setelah sempat menghilang, Kaesang akhirnya muncul di publik dengan menghadiri pertemuan di kantor DPP PSI, Jakarta Pusat, pada Rabu (4/9/2024). Namun, saat ditemui, Kaesang belum bersedia diwawancara dan menyebut ada rapat yang harus dihadiri terlebih dahulu.
"Rapat dulu, rapat dulu," ujarnya.
Kabar dugaan gratifikasi ini bermula ketika istri Kaesang, Erina Gudono, mengunggah foto jendela pesawat yang diduga jet pribadi di media sosial pada (17/8/2024). Pesawat tersebut dilaporkan sebagai Gulfstream G650ER yang digunakan Kaesang dan Erina untuk terbang ke Amerika Serikat.
Beredar pula video yang menunjukkan ketika Kaesang dan Erina turun dari pesawat Gulfstream dengan nomor registrasi N588SE, dan diduga merupakan fasilitas dari pihak ketiga.
Sekretaris Jenderal PSI, Raja Juli Antoni, memastikan bahwa Kaesang sudah berada di Indonesia sejak (28/8/2024) dan tidak menghilang seperti yang diberitakan.
"Mas Kaesang Pangarep sudah berada di Jakarta sejak tanggal (28/8/2024), pagi hari," kata Raja Juli.
"Kalau memang ada dugaan pelanggaran hukum, ya ada lah kewajiban dari penegak hukum untuk mulai menginvestigasinya," tegasnya.
Bivitri juga, menekankan bahwa tidak ada mantan presiden yang kebal hukum, termasuk dalam kasus ini jika dugaan terbukti.
Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Al-Azhar, Ujang Komaruddin, berpendapat bahwa perubahan sikap Kaesang mungkin disebabkan rasa malu dan bersalah atas citra keluarga Presiden Jokowi yang selama ini dikenal sederhana, namun kini terseret isu kehidupan mewah.
"Mungkin dia merasa bersalah dan malu. Karena selama ini keluarga Jokowi yang dianggap mencitrakan diri keluarga yang sederhana, ternyata mempraktikkan hidup mewah dan glamor," ujar Ujang.
Ujang juga ikut menyoroti bahwa kondisi ini semakin diperparah dengan rencana KPK yang akan mengklarifikasi Kaesang terkait dugaan gratifikasi jet pribadi tersebut.
Kasus dugaan gratifikasi jet pribadi ini menunjukkan bahwa sorotan publik terhadap para tokoh politik dan keluarganya tidak pernah surut.
Di tengah berbagai klarifikasi dan analisis para ahli, investigasi yang adil dan transparan menjadi harapan utama masyarakat agar kasus ini dapat diselesaikan tanpa intervensi politik.
Kaesang Pangarep diharapkan segera memberi klarifikasi kepada publik, baik untuk menjaga citra pribadi maupun sebagai pemimpin Partai Solidaritas Indonesia. (okta)
Editor : Riana M.