Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Viral Isu Pihak PT Pertamina Batasi Stok Pertalite di 235 SPBU Seluruh Indonesia, Berikut Daftar Lokasinya

Oktaviani Sindy • Sabtu, 31 Agustus 2024 | 16:07 WIB
: Buntut isu Pertalite bakal langka, usai pihak Pertamina mengdata ulang melalui website resmi sehingga ada beberapa lokasi di Indonesia yang terdampak. (PERTAMINA)
: Buntut isu Pertalite bakal langka, usai pihak Pertamina mengdata ulang melalui website resmi sehingga ada beberapa lokasi di Indonesia yang terdampak. (PERTAMINA)

Jawa Pos Radar Lawu - PT Pertamina Patra Niaga telah mengumumkan bahwa sekitar 235 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) atau sekitar 3 persen dari total SPBU mereka di Indonesia tidak lagi menjual BBM Jenis Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite.

Meski demikian, Pertalite tetap tersedia di 7.516 SPBU atau sekitar 97 persen dari total 7.751 SPBU Pertamina di seluruh wilayah Indonesia.

Heppy Wulansari, selaku Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, menyampaikan bahwa Pertalite masih bisa ditemukan di berbagai wilayah Indonesia, dan penjualan Pertalite yang dihentikan hanya terjadi pada sebagian kecil SPBU.

"Prinsipnya Pertalite tetap tersedia di setiap wilayah. Kalaupun ada yang tidak menjual, itu hanya sekitar 3 persen," ujar Heppy kepada awak media, Jumat (30/8/2024).

Dimana SPBU yang tidak menjual Pertalite ini sebagian besar berada di lokasi komersial, kawasan pemukiman menengah, lokasi yang tidak dilalui jalur transportasi publik, serta berlaku untuk SPBU baru.

Kebijakan ini diatur oleh Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas berdasarkan berbagai pertimbangan. Untuk mengetahui SPBU terdekat yang menjual Pertalite, masyarakat dapat menggunakan aplikasi MyPertamina.

"Untuk lokasi terkait SPBU atau titik layanan pembelian Pertalite terdekat masyarakat dapat menggunakan aplikasi MyPertamina," jelas Heppy.

Heppy, juga memastikan bahwa distribusi Pertalite tetap berjalan sesuai dengan penugasan dari Pemerintah, dan tidak ada rencana untuk menghentikan distribusi Pertalite pada (1/9/2024).

"Masyarakat tidak perlu termakan berita hoaks. Pertalite akan terus kami salurkan sesuai kuota yang ditetapkan Pemerintah," tegasnya.

Penjualan Pertalite di SPBU tertentu yang dihentikan ini juga dipandang sebagai langkah untuk efisiensi. Dengan kuota Pertalite sebesar 31,6 juta kiloliter untuk tahun 2024, realisasi distribusi hingga pertengahan Agustus baru mencapai 18,6 juta kiloliter atau sekitar 59 persen dari kuota.

Dalam upaya memastikan subsidi tepat sasaran, pihak Pertamina melakukan pendataan pengguna BBM Subsidi melalui pendaftaran QR Code di situs www.subsiditepat.mypertamina.id, yang saat ini difokuskan pada kendaraan roda empat.

Baca Juga: Rute Lengkap Menuju Coban Kedung Darmo, Air Terjun Bertingkatnya Malang

Pendaftaran QR Code Pertalite dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah, sebagai berikut :

- Jawa

- Madura

- Bali

- Kepulauan Riau

- Nusa Tenggara Timur

- Maluku

- Maluku Utara

- Gorontalo

- Kalimantan Utara

- Kalimantan Timur

- Aceh

- Bangka Belitung

- Bengkulu

- Kabupaten Timika.

Hingga saat ini, jumlah pendaftar yang terverifikasi dan telah mendapatkan QR Code mencapai 3,9 juta.

"Diharapkan tahap 1 bisa tercapai 100 persen pada akhir September 2024. Sisanya akan dilakukan tahap kedua rencana paling cepat bulan Oktober-November 2024," ungkap Heppy.

Kebijakan ini diambil sebagai upaya untuk memastikan distribusi BBM subsidi yang lebih tepat sasaran, serta mendukung efisiensi penggunaan BBM di Indonesia. Pertamina terus berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat dengan tetap memperhatikan regulasi dan kebijakan pemerintah.

Dengan adanya perubahan ini, diharapkan masyarakat tetap mendapatkan layanan terbaik dan informasi yang akurat mengenai distribusi Pertalite. (okta)

Editor : Riana M.
#Batasi #stok pertalite #spbu #aplikasi mypertamina #pembatasan #pertamina patra niaga #pertamina #Daftar