Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Pavel Durov Ditangkap, CEO Telegram Dicekal di Bandara Paris, Tersandung Kasus Ini

Nur Wachid • Minggu, 25 Agustus 2024 | 17:38 WIB
Pendiri Telegram, Pavel Durov, Ditangkap di Bandara Paris. (REUTERS)
Pendiri Telegram, Pavel Durov, Ditangkap di Bandara Paris. (REUTERS)

Jawa Pos Radar Lawu — Pendiri sekaligus CEO Telegram, Pavel Durov, dilaporkan telah ditangkap di Bandara Bourget, Paris, pada Sabtu malam (24/8/2024).

Dilansir Radar Lawu dari Reuters, penangkapan ini terkait dengan surat perintah yang dikeluarkan oleh otoritas Pranci. 

Hal itu sebagai bagian dari penyelidikan terhadap kurangnya moderasi di aplikasi perpesanan Telegram, yang dianggap memungkinkan aktivitas kriminal.

Durov, yang saat itu sedang bepergian dengan jet pribadinya, menjadi target penyelidikan awal polisi yang menyoroti masalah terkait keamanan dan penyalahgunaan Telegram.

Terutama karena aplikasi ini telah digunakan secara luas di Rusia, Ukraina, dan negara-negara bekas Uni Soviet.

Telegram, yang dikenal dengan enkripsi ketatnya, memiliki hampir satu miliar pengguna dan merupakan salah satu platform media sosial utama di dunia.

Aplikasi ini memainkan peran penting selama konflik Rusia-Ukraina.

Menjadi saluran utama bagi berbagai pihak untuk menyebarkan informasi, yang terkadang menyesatkan.

Meskipun Telegram belum memberikan pernyataan resmi terkait penangkapan ini. 

Insiden tersebut menarik perhatian internasional, termasuk reaksi dari Kementerian Luar Negeri Rusia. 

Mereka menyatakan bahwa mereka sedang mengklarifikasi situasi dan meminta organisasi non-pemerintah Barat untuk menuntut pembebasan Durov.

Pavel Durov, yang mendirikan Telegram bersama saudaranya pada 2013.

Dikenal sebagai pengusaha yang menolak tunduk pada tekanan pemerintah, termasuk meninggalkan Rusia setelah menolak untuk menutup komunitas oposisi di platform media sosialnya yang lain, VKontakte.

Telegram telah menjadi platform penting bagi warga Rusia untuk mengakses berita independen.

Terutama setelah pembatasan ketat terhadap media oleh pemerintah Rusia menyusul invasi ke Ukraina.

Kasus penangkapan Durov ini menambah ketegangan di tengah konflik yang sedang berlangsung, dan menarik perhatian global terhadap peran teknologi dalam kebebasan informasi dan moderasi konten. (kid)

Editor : Nur Wachid
#perancis #kasus #rusia #Moderat #pavel durov #paris #ceo #ukraina #ditangkap #konflik #pendiri #telegram