Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Menkes Ungkap Banyak Mahasiswi PPDS Depresi Ingin Bunuh Diri, Stop Bullying dr. Aulia Risma Lestari Terulang

Nur Wachid • Jumat, 16 Agustus 2024 | 14:17 WIB
Buntut kematian dr. Aulia Risma Lestari bunuh diri diduga depresi akibat bullying di lingkungan PPDS Undip Semarang. (ANTARA)
Buntut kematian dr. Aulia Risma Lestari bunuh diri diduga depresi akibat bullying di lingkungan PPDS Undip Semarang. (ANTARA)

JAKARTA, Jawa Pos Radar Lawu - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa sejumlah besar peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) mengalami tekanan mental yang serius atau depresi hingga memiliki keinginan untuk bunuh diri.

Pernyataan ini disampaikan Menkes saat mendampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin dalam pertemuan dengan Tenaga Medis, Tenaga Kesehatan Teladan, dan Kader Berprestasi Tahun 2024 di Istana Wapres, Jakarta, Kamis.

"Kita pernah melakukan screening mental terhadap para PPDS dan banyak yang ternyata ingin bunuh diri. Ini sudah menjadi fenomena besar yang perlu segera ditangani," ujar Menkes dilansir Radar Lawu dari Antara.

Respon Kasus Kematian Mahasiswa Kedokteran

Pernyataan Menkes ini merespons insiden tragis yang menimpa dr. Aulia Risma Lestari, dokter muda mahasiswi PPDS Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, yang bunuh diri diduga akibat bullying atau perundungan.

Menkes menekankan pentingnya menghentikan segala bentuk perundungan, terutama dalam profesi kedokteran, karena dampaknya merusak dan menekan mental para peserta.

"Saya mengajak semua pihak untuk berhenti melakukan perundungan. Ini adalah kebiasaan buruk yang berdampak negatif pada profesi kedokteran, yang seharusnya sangat mulia. Kita harus menciptakan lingkungan yang mendukung, bukan menekan," tegas Menkes.

Perbandingan dengan Kasus IPDN

Menkes juga membandingkan perundungan yang terjadi di PPDS dengan kasus di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) beberapa waktu lalu.

Menurutnya, perundungan di IPDN lebih bersifat fisik, sedangkan tekanan yang dihadapi peserta PPDS lebih pada mental, yang sama-sama berbahaya dan tidak boleh dibiarkan.

"Kalau di IPDN, tekanannya lebih ke fisik, tapi di PPDS lebih ke mental. Keduanya sama-sama berbahaya," ujarnya.

Langkah Kemenkes dan Polri

Untuk mengusut tuntas kasus ini, Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Menkes memastikan bahwa kasus kematian yang diduga akibat bullying perundungan ini sedang diaudit dan diperiksa secara menyeluruh oleh pihak berwenang.

"Kami sudah mengirim audit karena sudah ada kematian. Kami juga bekerja sama dengan kepolisian untuk melakukan pemeriksaan terkait kasus ini," jelas Menkes.

Diketahui, dr. Aulia Risma Lestari, mahasiswi PPDS FK Undip, ditemukan tewas di tempat indekosnya di Jalan Lempongsari, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Senin (12/8/2024).

Diduga kuat kematiannya terkait dengan bullying atau perundungan yang dialaminya selama menempuh pendidikan.

Menkes menutup dengan mengingatkan bahwa masih banyak cara lain yang lebih baik untuk mendidik tenaga medis yang tangguh tanpa harus melakukan bullying perundungan atau menyebabkan tekanan mental yang berujung pada depresi atau bahkan bunuh diri. (kid)

Editor : Nur Wachid
#dokter muda #bunuh diri #fisik #dampak #mahasiswi #ipdn #depresi #undip #dr #Aulia Risma Lestari #mental #perundungan #ppds #menkes #kematian #bullying #budi gunadi sadikin #Tekanan #universitas diponegoro #semarang