Jawa Pos Radar Lawu - Kementerian Luar Negeri Turki pada Rabu (31/7) mengecam atas kabar pembunuhan secara keji kepala biro politik kelompok perlawanan Hamas, Ismail Haniyah.
"Kami menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Palestina yang telah mengorbankan ratusan ribu martir seperti Haniyeh agar dapat hidup damai di tanah air mereka, di bawah atap negara mereka sendiri," Pernyataan Kemenlu Turki, dilansir melalui ANTARA.
Dalam pernyataannya mengatakan, pembunuhan Haniyeh kembali menunjukkan menunjukkan bahwa pemerintah Israel yang dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tidak memiliki niat untuk mencapai perdamaian.
Kementerian memperingatkan bahwa kawasan Timur Tengah akan menghadapi konflik yang lebih besar jika masyarakat internasional tidak mengambil tindakan untuk menghentikan Israel.
"Turki akan terus mendukung perjuangan rakyat Palestina," tambahnya.
Pembunuhan Haniyeh ditujukan untuk memperluas konflik di luar Gaza ke skala regional, menurut Kemenlu Turki.
Sebelumnya, kelompok perlawanan Palestina, Hamas, mengumumkan pada Rabu (30/7) pagi bahwa Ismail Haniyeh tewas dalam serangan udara Israel yang menargetkan kediamannya di ibu kota Iran, Teheran.
Pemerintah Iran juga melaporkan kematian Haniyeh, dan mencatat bahwa penyelidikan terhadap pembunuhan tersebut sedang dilakukan, sehingga hasilnya akan segera diumumkan. (*)
Editor : Riana M.