Jawa Pos Radar Lawu - Meningkatnya tren kekerasan anak pada 2024 mendapat atensi khusus dari berbagai pihak.
Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur ratusan warga Jatim untuk stop kekerasan anak di momentum peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2024 melalui Jambore Anak di Waroeng Desa, Kecamatan Trawas, Kab. Mojokerto dua hari kemarin (22-23/7/2024).
Dinsos Jatim memperkenalkan konsep CERIA yang meliputi Cerdas, Empati, Responsif, Inovatif, dan Adaptif.
Konsep ini diwujudkan dalam berbagai kegiatan seperti lomba cerdas cermat, bakti sosial, outbound, pentas seni, dan fashion show.
Selain itu, Dinsos Jatim juga menekankan pentingnya 5S yang terdiri dari Stop Stunting, Stop Tanpa Dokumen Kependudukan, Stop Bullying Kekerasan, Stop Pekerja Anak, dan Stop Perkawinan Anak.
Kepala Dinsos Jatim Restu Novi Widiani menyampaikan bahwa pesan ini dalam sambutannya di malam puncak Jambore Anak.
“Anak-anakku, di maskot si Rehan ini tertulis 5S. Ingatlah ini sepanjang masa, jangan sampai lupa,” ujar Novi.
Novi menjelaskan bahwa Stop Stunting dapat diwujudkan dengan memastikan gizi anak-anak terpenuhi.
Mengenai Stop Tanpa Dokumen Kependudukan, Novi meminta Kepala UPT untuk segera mendaftarkan PM yang sudah berusia 17 tahun untuk mendapatkan KTP dan mengurus akta kelahiran bagi yang belum memiliki.
Tidak kalah penting Stop Bullying Kekerasan. Novi mengajak semua PM untuk menghindari tindakan yang dapat berujung pada kekerasan.
Ia juga menekankan pentingnya Stop Pekerja Anak dan mengingatkan bahwa Pemerintah Provinsi Jatim menjamin pendidikan hingga SMA.
Novi juga mengingatkan agar menghindari pernikahan dini, menyarankan usia ideal menikah adalah 21 tahun bagi wanita dan 25 tahun bagi laki-laki.
"Total peserta yang hadir dalam jambore kali ini adalah 660 orang, terdiri dari 544 PM dan 116 pendamping," tambah Kepala UPT PPSAA Nganjuk Prasetyo Adi Widodo.
Para peserta berasal dari berbagai UPT di Jatim, dan acara ini diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi anak-anak yang terlibat.
Dinsos Jatim adakan Jambore Anak 2024 dengan konsep 'CERIA' dan 5S, melibatkan 660 peserta di Mojokerto. (kid)
Editor : Nur Wachid