Jawa Pos Radar Lawu - Kereta Api merupakan salah satu alat transportasi yang paling sering digunakan masyarakat, khususnya mereka yang ada di Pulau Jawa.
Namun PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang menaungi sistem per-keretaapian Indonesia diramalkan bakal gulung tikar.
Tak main-main PT KAI diramalkan bangkrut dalam waktu lima tahun ke depan.
Hal tersebut disampikan oleh Ekonom senior asal Bandung Faisal Basri.
Secara konsisten, Faisal Basri menyebut Kereta Cepat whoosh adalah proyek rugi.
Karena, KAI adalah pemegang saham PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) selaku pengelola Kereta Whoosh, lewat PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI). Di PSBI, andil KAI sebesar 25 persen. Ketika Kereta Whoosh untung, berkah bagi KAI. Begitu pula sebaliknya.
Menurut Faisal, penghasilan dari operasional Kereta Whoosh tidak mencukupi untuk membayar utang pembangunannya. Alhasil, PT PSBI yang merupakan konsorsium 4 BUMN yakni KAI, Wijaya Karya (Wika), PTPN VIII dan Jasa Marga, yang harus menanggung utang itu.
"WIKA saja sudah teriak, KAI enggak bakalan sanggup. Maksimal lima tahun dia (KAI) nyerah. Nah, kalau lima tahun begini terus. Kalau enggak bisa diselesaikan, KAI yang bangkrut. Makanya harus diambil alih sama negara secara keseluruhan," tutur Faisal dikutip dari inilah.com.
Menanggapi kabar WIKA rugi imbas Whoosh, KCIC buka suara.
Corporate Secretary PT KCIC Eva Chairunisa mengatakan, klaim sebesar Rp 5 triliun yang disampaikan pada sejumlah pemberitaan yang beredar, dalam prosesnya semua yang berkaitan dengan penagihan di KCIC.
"harus melalui prosedur administrasi agar semuanya dapat dipertanggungjawabkan dengan baik termasuk dari sisi keuangan sesuai dengan tata kelola perusahaan yang baik (GCG)," ungkapnya dikutip dari laman CNBC.
Dalam proses pembangunannya, proyek Kereta Cepat Whoosh sudah mempertimbangkan banyak hal yang telah dikordinasikan bersama seluruh stakeholder yang terlibat.
Ia memaparkan saat ini, operasional Whoosh terus mengalami peningkatan.
Jumlah perjalanan terus bertambah dari 14 perjalanan reguler per hari di Oktober 2023, menjadi 48 perjalanan reguler perhari sejak Mei 2024.
Selanjutnya pada awal tahun 2025 di programkan jumlah perjalanan kereta dapat mencapai hingga 62 per hari. (*)
Editor : Riana M.