Jawa Pos Radar Lawu - Warga Desa Kedungpeluk dan Desa Kalipecabean, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, dikejutkan dengan ambruknya jembatan penghubung dua wilayah tersebut, Minggu (16/7/2024).
Jembatan sepanjang 22 meter itu patah di bagian tengahnya, menyebabkan kerusakan yang signifikan.
Menurut keterangan warga, jembatan tersebut ambrol sekitar pukul 12.00, tepat setelah azan Duhur.
“Saya mendengar suara keras dari arah sungai. Awalnya saya kira ada kendaraan yang jatuh ke dalam air,” ujar Sukarsi, seorang warga setempat.
Wanita berusia 51 tahun itu menjelaskan bahwa sebelum kejadian, sebuah truk bermuatan pasir melintas dari arah barat Desa Kalipecabean menuju Desa Kedungpeluk.
Di belakang truk tersebut, terdapat sebuah mobil Nissan berwarna silver yang berjarak beberapa meter. “Setelah truk lewat, terdengar suara yang menandakan jembatan akan ambrol,” jelasnya.
Saat mobil hendak melintas, jembatan dengan lebar 5 meter tersebut tiba-tiba ambruk.
“Ban depan mobil masuk ke bagian jembatan yang patah di sisi barat,” kata Sukarsi sambil menunjukkan arah kejadian.
Dua ban mobil terjebak di patahan jembatan, membuat sopir turun dan meminta bantuan.
Warga sekitar, termasuk beberapa pemuda, segera berusaha membantu menarik mobil agar tidak semakin terperosok.
Tanpa menggunakan tali, sekitar enam orang berhasil mengevakuasi mobil tersebut. “Beruntung mobilnya tidak sampai tercebur.
Setelah berhasil ditarik, mobil langsung pergi ke arah barat,” tambah Sukarsi. (kid)
Editor : Nur Wachid