Jawa Pos Radar Lawu - Temuan dari kapal riset OceanXplorer mengenai megathrust yang berpotensi tsunami serta kondisi laut Indonesia yang kritis mendapat perhatian publik.
Komisi IV DPR menekankan perlunya tindakan nyata, termasuk penguatan undang-undang perlindungan laut.
"Saya prihatin atas temuan OceanX yang menunjukkan bahwa laut Indonesia dalam kondisi kritis. Ini harus menjadi perhatian kita bersama," kata Anggota Komisi IV DPR, Daniel Johan kepada wartawan, Selasa (16/7/2024) dikutip Radar Lawu dari Jawa Pos.
OceanX, sebuah organisasi non-profit, sedang melakukan eksplorasi dan penelitian di laut Indonesia dengan kapal OceanXplorer.
Dalam tiga misi sebelumnya, penelitian dilakukan di wilayah perairan sekitar Batam, Aceh, Padang, hingga Jakarta.
Rencana penelitian mencakup enam tahap, di mana pada tiga tahap awal.
OceanXplorer fokus pada penelitian oseanografi dan geofisika, meliputi keanekaragaman hayati, iklim, paleo-klimatologi, mikroplastik, kualitas air, dan karakteristik geologi seperti zona Sunda Megathrust yang memiliki implikasi signifikan terhadap mitigasi bencana alam di masa mendatang.
Daniel menganggap temuan OceanX sebagai peringatan penting agar Indonesia memperbaiki kondisi laut, mengingat sekitar 62 persen wilayahnya adalah laut dan perairan.
"Laut kita adalah paru-paru dunia, dan kerusakan yang terjadi akan berdampak luas tidak hanya bagi masyarakat Indonesia tetapi juga bagi ekosistem global," tutur Legislator dari Dapil Kalimantan Barat I ini.
Untuk memperbaiki kondisi laut Indonesia, Daniel mengusulkan penguatan undang-undang perlindungan laut dan pengawasan ketat terhadap penangkapan ikan berlebihan serta perlindungan ekosistem laut.
"Kita akan dorong penguatan undang-undang, karena regulasi yang kuat dan penegakan hukum yang tegas diperlukan untuk menyelesaikan isu ini," terang Daniel.
Temuan OceanX menunjukkan jumlah keanekaragaman hayati di laut Indonesia lebih rendah dan kurangnya spesies ikan komersial berukuran besar, yang berdampak pada ketahanan pangan di Tanah Air.
"Bukan hanya soal rusaknya keragaman hayati, tapi juga menyangkut ketahanan pangan negara. Butuh kerja keras mengatasi permasalahan ini jika kita tidak ingin generasi ke depan mengalami kelaparan karena kurangnya stok pangan," sambung Daniel.
Selain itu, DPR juga menilai pentingnya peningkatan kemitraan internasional untuk memperkuat relasi dan tukar informasi serta pengetahuan dalam upaya menyelamatkan laut Indonesia.
"Kerjasama internasional sangat penting, karena masalah laut adalah masalah global yang memerlukan solusi bersama," tuturnya.
DPR siap bekerjasama dengan OceanX untuk melakukan penelitian lanjutan, transfer teknologi dan pengetahuan, serta program edukasi guna meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga laut.
"Penting juga kerja sama penelitian antar-lembaga, yang harus mengedepankan transfer teknologi dan pelibatan generasi muda," pungkas Daniel. (kid)
Editor : Nur Wachid