Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Cerita Gus Baha, saat Rasulullah dalam Mode Dramatis, Hendak Bakar Seorang Sahabat yang Sulit Mati

Deni Kurniawan • Kamis, 11 Juli 2024 | 03:04 WIB
Gus Baha (RADAR LAWU)
Gus Baha (RADAR LAWU)

JAWA POS RADAR LAWU - Berupa-rupa cerita baik tentang Nabi Muhammad SAW.

Gus Baha sempat menyampaikan penggalan kisah manusia panutan itu.

Yakni saat Rasulullah, yang bahasa sekarangnya, dalam mode dramatis.

Dikisahkan, ada seorang sahabat nabi yang hendak meninggal.

Namun, proses pencabutan nyawa sahabat yang bersangkutan itu tidaklah mudah

''Masyhur, ana sahabat nom badhe kapundut, tapi ra iso mati-mati,'' kata Gus Baha.

Dalam bahasa Indonesia, ''Masyhur, ada (seorang) sahabat nabi yang masih muda akan meninggal, tapi tidak bisa (segera) mati,''.

Nabi Muhammad SAW memahami keadaan tersebut.

Mengerti musabab kondisi seorang sahabat.

Yang mana, kondisi tidak segera meninggal alias sulit mati seorang sahabat itu karena ibunya yang belum rida.

Berawal dari situasi tersebut, mode dramatis Nabi Muhammad dimulai.

Gus Baha menyampaikan, kala itu Nabi Muhammad SAW meminta seorang sahabat lain untuk mengambilkan kayu.

Singkat cerita, beberapa potong kayu berhasil terkumpul.

Kayu-kayu lantas dibawa ke depan rumah ibu sahabat yang kesulitan meninggal dunia itu.

Kayu-kayu kemudian dibakar di halaman depan rumah ibu itu.

Bersamaan dengan itu, si ibu bertanya kepada Nabi Muhammad.

''Untuk apa itu (kayu yang sudah terbakar di depan rumah)?'' si ibu penasaran.

''Dinggo ngobong anakmu (untuk membakar anakmu),'' tutur Gus Baha menyampaikan jawaban Nabi Muhammad SAW dalam cerita tersebut.

''Daripada nanti dibakar di neraka, lebih baik saya bakar sekarang,'' lanjutnya.

Mendengar ucapan Nabi Muhammad SAW itu, si ibu keheranan.

Perdebatan antara si ibu dan Nabi Muhammad SAW berlanjut.

Ibu: Mboten Nabi, niki anak kulo. Mboten ikhlas kulo nek anakku diobong (tidak Nabi, ini anak saya. Tidak ikhlas saya kalau anakku dibakar).

Nabi: Tapi, kalau tidak kau beri rida, kelak di neraka juga akan dibakar. Sama saja.

Ibu: Nggih mpun, rida kulo, Nabi (Iya sudah, rida saya, Nabi).

Usai si ibu memberikan rida, anaknya seketika meninggal.

Seorang sahabat nabi yang semula kesulitan mati itu, menghembuskan napas terakhir.

Cerita tentang seorang sahabat nabi yang sulit meninggal itu disampaikan Gus Baha dalam sebuah pengajian.

''Kanjeng Nabi itu kadang yo dramatis,'' kata ahli fiqih bernama lengkap Ahmad Bahauddin Nursalim itu.

Cerita mengenai Nabi Muhammad SAW dalam mode dramatis yang sarat makna.

Yakni, tentang sakralnya rida dari seorang ibu kepada anak. (den)

Editor : Deni Kurniawan
#nabi muhammad #bakar #rasulullah #ibu #sahabat #RIDA #Gus Baha #sulit #mati #Cerita