Jawa Pos Radar Lawu - Baru-baru ini beredar potongan video berisi pernyataan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian tentang ASN boleh hadir kampanye.
Hal itu diungkapkan usai rapat koordinasi kesiapan penyelenggaraan Pilkada Serentak 2024 di Medan kemarin (9/7/2024).
Dalam video yang beredar salah satunya diunggah akun TikTok @disrupsi, Tito menyebutkan bahwa ASN diperbolehkan hadir saat kampanye pasangan calon pilkada serentak 2024 karena mereka memiliki hak pilih, berbeda dengan TNI-Polri yang tidak memiliki hak pilih.
"Teman-teman ASN ini berbeda dengan TNI-Polri. Kalau TNI-Polri tidak memiliki hak pilih, ASN memiliki hak pilih," ujarnya.
Menurut Tito, aturan yang membolehkan ASN hadir saat kampanye diatur dalam UU Nomor 7 Tahun 2017.
Menurutnya kehadiran ASN di kampanye memungkinkan mereka mendengar visi misi calon pemimpin, memberikan referensi dalam memilih pemimpin.
"Di undang-undang Pilkada maupun UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017, ASN diperbolehkan hadir saat kampanye. Karena dia memiliki hak pilih, sehingga dia punya referensi dalam memilih," ungkap Tito.
Namun, Tito menegaskan bahwa ASN tidak boleh berkampanye aktif. Kehadiran ASN harus bersifat pasif, hanya mendengarkan visi misi calon.
"Tidak boleh kampanye aktif. Kehadirannya harus pasif, mendengarkan visi misi calon," tegasnya.
Tito juga meminta agar informasi ini tidak disampaikan sepotong-sepotong yang bisa menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
"Jangan disampaikan secara tidak lengkap sehingga dianggap ASN tidak netral. ASN diberi kesempatan mendengar visi misi calon agar bisa memilih pemimpin yang tepat," paparnya.
Untuk ASN yang melanggar netralitas, Tito menyebutkan bahwa Bawaslu bisa melakukan investigasi dan inspektorat dapat mengambil langkah-langkah sanksi administrasi jika ada dugaan ketidaknetralan.
Mendagri Tito Karnavian memastikan ASN menjaga netralitas di Pilkada 2024, menghadiri kampanye secara pasif tanpa ikut berkampanye aktif.
"Saya sudah ingatkan berkali-kali kepada teman-teman ASN untuk menjaga netralitas," ujar Tito.
Video itupun beredar dan mendapat reaksi publik di sosial media.
Warganet ada yang menilai setuju, dan sebaliknya merasa keberatan dengan diizinkannya ASN hadir di kampanye.
''ASN sebaiknya tidak memilih, seperti TNI dan Polri,'' tulis seorang netizen.
"Lebih baik di rumah saja, mutasi di depan mata," tambah lainnya.
"Ambigu sekali,'' timpal netizen lainnya.
"Setuju pak, di samping itu ASN butuh ilmu dan wawasan, serta calon pemimpin masa depan bangsa," tegas netizen lainnya.
"Ini baru ok," timpal netizen.
"Dah taulah ini maksudnya apa," ujar warganet.
Video itu dibagikan dan tersebar di sosial media jelang Pilkada Serentak 2024. (kid)
Editor : Nur Wachid