Fakta-Fakta Karyawan PT AHM yang Bunuh Diri Diduga Terjerat Pinjol dan Judi Online, Baru Ditemukan Dua Hari?
Nur Wachid• Selasa, 9 Juli 2024 | 20:33 WIB
Tragis, karyawan PT AHM tewas gantung diri akibat jeratan utang judi online dan pinjaman illegal. (kolase screensot IG @faktaindo & @nowdots)
Jawa Pos Radar Lawu - Seorang karyawan PT Astra Honda Motor (AHM) di Karawang, Afrian Zaenul Umam (21), ditemukan tewas gantung diri di kontrakannya.
Berikut fakta-fakta karyawan PT AHM bunuh diri diduga depresi terjerat judi online (judol) dan pinjaman onlin (pinjol).
Identitas dan Lokasi Kejadian
Afrian Zaenul Umam, karyawan shift malam di PT AHM, ditemukan gantung diri di kontrakannya yang berlokasi di Kampung Dangdeur, Desa Dangdeur, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta.
Dugaan Penyebab
Afrian diduga mengalami depresi berat akibat terjerat utang dari pinjaman online (pinjol).
Ia sering menggunakan layanan pinjol dengan bunga tinggi untuk menutupi kerugian dari bermain judi online.
Kronologi Penemuan
Teman dan pimpinan korban mulai curiga ketika Afrian tidak masuk kerja tanpa pemberitahuan.
Setelah beberapa kali mencoba menghubungi dan mengecek kontrakannya yang terkunci.
Mereka akhirnya menemukan Afrian sudah tidak bernyawa sekitar pukul 14.26 WIB Jumat (5/7/2024) lalu. Tubuhnya ditemukan tergantung di ventilasi udara kontrakannya.
Penyelidikan Kepolisian
Kapolsek Bungursari, Kompol R. Dandan Nugraha, menyatakan bahwa hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan selain jeratan tali.
Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pastinya.
Reaksi Publik dan Keluarga
Kasus ini menjadi perhatian publik setelah viral di media sosial.
Banyak netizen yang mengungkapkan belasungkawa dan keprihatinan terhadap maraknya kasus bunuh diri akibat tekanan utang pinjol.
Langkah Lanjutan
Pihak kepolisian telah membawa jasad Afrian ke RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk dilakukan otopsi.
Penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan untuk memastikan tidak ada unsur pidana lain dalam kejadian ini.
Kasus ini menjadi pengingat akan bahaya jeratan utang pinjol dan judi online, serta pentingnya dukungan mental bagi mereka yang terlibat dalam situasi finansial yang sulit. (kid)