Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Cerita Gus Baha, Orang Islam Tak Salat yang Menghapus Simbol Kekafiran

Deni Kurniawan • Selasa, 2 Juli 2024 | 04:16 WIB
Gus Baha (RADAR LAWU)
Gus Baha (RADAR LAWU)

JAWA POS RADAR LAWU - Kadar Islam muslim satu bisa saja berbeda dengan muslim yang lain.

Banyak orang-orang di sekitar yang tertib salat wajib lima waktu.

Namun, tak sedikit pula mereka yang sembahyangnya bolong-bolong alias tak penuh lima waktu dalam sehari.

Bahkan, ada yang full bolong, sama sekali tak menunaikan salat wajib. Padahal, KTP orang-orang seperti ini juga Islam.

Cerita orang iman yang asal Islam pernah dibahas Gus Baha saat memimpin ngaji.

Menurutnya, orang asal Islam yang tak salat bukan berarti tak percaya Allah SWT.

Gus Baha mengungkapkan, orang Islam tak salat juga iman kepada Allah SWT.

Ahli fiqih bernama lengkap Ahmad Bahauddin Nursalim itu menjelaskan perihal tersebut dengan rukun Islam dan rukun iman.

''Salat itu rukun Islam atau di rukun iman?'' tanya Gus Baha kepada jemaah yang mengaji.

''Di dalam rukun iman, ada salat atau tidak?'' Gus Baha kembali bertanya.

Jawaban dua pertanyaan itu mampu menjelaskan tentang orang Islam yang tidak salat.

Bahwa, orang tidak salat itu masih iman.
Mereka tetap percaya Allah SWT.

''Di rukun Islam maupun iman, nomor satunya Allah,'' ujar Gus Baha.

Jangan sepelekan orang Islam tidak salat.

Sebab, menurut Gus Baha, orang-orang seperti itu juga punya kontribusi.

''Orang-orang seperti itu punya kontribusi mentabukan kemusyrikan,'' ujarnya.

''Begitupun di Jawa. Orang iman senajan ra salat, ibadah-ibadah non-muslim sedikit kan,'' ungkapnya.

''Hal semacam itu barokahe wong saleh atau wong iman yang asal Islam?'' tanya Gus Baha.

''Asal Islam,'' jawab peserta pengajian.

Ada benang merah dalam cerita tentang keberadaan orang iman yang asal Islam itu.

Yakni, orang-orang seperti itu bukan kafir.
Karena, mereka masih percaya Allah SWT.

''Soal mereka tidak salat, ya dibina.
Tapi ojo dianggep mereka kafir. Mereka menyumbang penghapusan simbol-simbol kekafiran,'' tutur Gus Baha. (den)

Editor : Deni Kurniawan
#salat #kontribusi #Gus Baha #orang #islam #Cerita