Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Cerita Gus Baha, Istri Kelewat Galak Itu Sarana Menjadi Seorang Wali

Deni Kurniawan • Jumat, 21 Juni 2024 | 05:42 WIB
Gus Baha (TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE)
Gus Baha (TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE)

JAWA POS RADAR LAWU - Istri judes alias bojo galak sudah ada sejak dahulu kala.

Gus Baha sempat bercerita tentang seorang wali yang memiliki istri kelewat judes maupun galak.

Dikisahkan, cerita itu terjadi di masa Rasulullah Muhammad SAW.

Begini ceritanya.

Ada seorang pria yang sudah Islam, beriman, dan pintar.

Tapi, dia belum pernah bertemu Rasulullah.

Padahal, pria tersebut hidup di zaman Nabi Muhammad SAW.

Suatu ketika, si pria itu niat bertemu nabi.

Tekad sudah bulat, pria itu berangkat ke Madinah (tempat tinggal Nabi Muhammad).

Demi bertemu nabi, dia meninggalkan istri di rumah.

Pria itu menempuh perjalanan yang sulit.

Pun, memakan waktu yang tidak sebentar.

Walhasil, sampai Madinah Rasulullah sudah wafat.

Pria itu gagal sowan alias bertemu dengan Nabi Muhammad SAW.

Di lantas bergegas pulang.

Sesampainya di rumah, istrinya langsung bertanya, ''Pak, punya uang tidak?''.

Ya, sepulang dari Madinah, istrinya langsung menanyakan duit.

Bukan perihal bagaimana Madinah.

Atau, bagaimana Nabi Muhammad SAW.

Termasuk, bisa bertemu Rasulullah atau tidak.

Beberapa hal terkait tujuan si pria meninggalkan rumah tak ditanyakan oleh istri.

''Uang untuk apa?'' tanya suami.

''Untuk beli roti,'' jawab istri.

''Ini ada satu dirham,'' terang suami.

''Tidak cukup,'' sahut istri.

''Saya belikan tepung saja, agar cukup,'' tutur suami.

Si istri mengiyakan suami membeli tepung untuk selanjutnya bakal dimasak menjadi roti.

Dalam perjalanan membeli tepung, pria itu bertemu seorang pengemis.

Duit satu dirham diminta.

Tapi, dia terpaksa tidak memberi pengemis itu karena saking takutnya ke istri.

Sesaat setelah itu, pria tersebut menangis.

Sebab, itu merupakan satu-satunya peristiwa dia tidak bersedekah karena takut istri.

Ya Allah, maklumi kami, mungkin itu yang ada di benak pria tersebut kala itu.

Belum sampai di toko tempat membeli tepung, pria itu kembali bertemu pengemis yang lain.

Dua kali mengalami kejadian serupa membutanya berpikir.

Dia kemudian ambil anggapan bahwa itu sebuah peringatan dari Allah.

Yakni, peringatan agar bersedekah kepada pengemis.

Duit yang cuma satu dirham, yang rencananya untuk beli tepung itu, diberikan ke pengemis kedua.

Yang artinya, tepung tak terbeli.

Bersamaan dengan itu, tubuh si pria dijalari rasa khawatir.

Istri yang kelewat galak menanti tepung di rumah.

Kehabisan akal, pria itu lantas mengisi semacam kantong kresek yang telah dibawa sebelumnya dengan pasir.

Dia lekas pulang.

Kantong kresek berisi pasir ditaruh di meja.

Si pria lalu kabur dari rumah.

Pria itu pulang saat malam.

Dengan harapan, istri sudah dalam kondisi tak marah lagi.

Pun, dengan penuh kesiapan sekaligus ketakutan diamuk oleh istri.

Setibanya di rumah, si pria terkejut.

Terbelalak kedua bola matanya.

Dia disuguhi roti melimpah oleh istri.

Bahkan, jumlah roti yang dihidangkan lebih banyak ketimbang biasanya.

Pun, dengan kualitas roti yang bagus.

''Kok bisa makan roti?'' tanya suami.

''Dari tepung yang kamu beli tadi,'' jawab istri.

Nukilan cerita itu merupakan kisah Abu Muslim Al Khaulani.

Seorang wali yang takut kepada istrinya yang kelewat judes atau galak.

Cerita tersebut sempat disampaikan Gus Baha saat ngaji Nashoihul Ibad di Yogyakarta pada 1 Oktober 2019.

''Semenjak saat itu (pasir berubah jadi tepung lalu menjadi roti), dia (Abu Muslim Al Khaulani) sadar bahwa dirinya wali,'' kata Gus Baha dalam pengajian itu.

''Menowo, Abu Muslim getun, kok ngisine (pasir) cuma sak kresek. Ngerti nek dekne wali, diiseni sak karung,'' seloroh Gus Baha yang lantas disusul gelak tawa peserta pengajian.

''Perangkat yang sudah ada untuk menjadi wali adalah bojo judes,'' ujar ahli fiqih bernama lengkap Ahmad Bahauddin Nursalim itu.

''Bojo judes kui dahsyat, wali ae wedi,'' lanjutnya.

Ya, bojo galak ataupun istri judes sudah ada sejak dahulu kala.

Di masa Nabi Muhammad SAW, sudah ada istri seperti itu.

Yang merasa takut pada istri, silakan meresapi diri sendiri.

Jangan-jangan, yang mengalami hal semacam itu, dirinya merupakan seorang wali. (den)

Editor : Deni Kurniawan
#Abu Muslim Al Khaulani #Nabi Muhamad SAW #Gus Baha #istri #takut #suami #judes #Bojo Galak #Cerita