JAWA POS RADAR LAWU - Ada cerita jenaka yang pernah dialami Gus Baha.
Suatu ketika di malam Hari Raya Idul Adha, ahli fiqih ini didatangi tamu seorang miskin.
Tamu tersebut hendak bertanya perihal hewan kurban kepada Gus Baha.
Gus Baha dengan senang hati meyilakan si miskin menyampaikan pertanyaannya.
''Gus, mosok korban kudu wedus?,'' kata Gus Baha menirukan pertanyaan yang disampaikan orang miskin itu.
Dalam bahasa Indonesia, orang miskin itu bertanya apakah berkurban harus kambing.
''Kula badhe korban jago,'' ujar Gus Baha yang menirukan perkataan lanjutan si orang miskin itu.
Terjemahan bahasa Indonesia-nya, orang miskin itu berniat kurban ayam jago.
Ketika mendengar keinginan orang miskin itu, Gus Baha seketika tertawa.
Gus Baha menceritakan pengalamannya itu dalam sebuah pengajian.
Yang mana, pengajiannya disampaikan menggunakan bahasa Jawa dengan suasana yang relatif santai.
Di lain kesempatan, Gus Baha pernah menjelaskan bahwa hewan kurban itu jamaknya berupa kambing, sapi, atau unta.
Perihal ibadah sunah saat Idul Adha itu, Gus Baha juga pernah menyampaikan, hewan kurban yang diutamakan adalah kambing.
Alasannya berkaitan dengan kisah Nabi Ibrahim yang diminta menyembelih anaknya, Nabi Ismail.
Yang mana, Nabi Ismail diubah menjadi kambing saat disembelih.
Merujuk hal itu, Gus Baha meyakini kalau ternak yang utama untuk kurban adalah kambing.
Sebab, jika ada hewan ternak lain yang lebih utama untuk dijadikan kurban selain kambing, maka Nabi Ismail kala itu diubah menjadi hewan tersebut. (den)
Editor : Deni Kurniawan