Jawa Pos Radar Lawu - Penayangan Film Vina: Sebelum 7 Hari sukses mencuri perhatian publik dan menjadi sorotan hingga saat ini.
Karena perilisan film tersebut, kasus lama Vina Cirebon yang terjadi 2016 silam pun kembali disorot.
Film yang diangkat dari kisah nyata ini tampaknya berdampak pada produser dan sutradara film Vina: Sebelum 7 Hari.
Dheeraj Kalwani dan Anggy Umbara memenuhi panggilan Polda Jabar terkait perilisan film tersebut.
Keduanya mendatangi Polda Jabar pada Kamis (6/6) sekitar pukul 12.30 WIB.
"Saya dipanggil ke sini sebagai saksi, belum tahu sih (pemeriksaan terkait apa), sama dipanggil saja," ujar Anggy Umbara dilansir dari CNN.
Diakui Anggi, pemanggilan ini merupakan kali pertama bagi dirinya seumur hidupnya.
Namun ia tetap bersikap kooperatif dengan polisi atas kelancaran pemeriksaan tersebut.
"Ini pertama kali dalam hidup saya dipanggil ke kantor polisi untuk diperiksa oleh Polisi," papar Anggy Umbara.
Diketahui sebelumnya produser dan sutradara film Vina: Sebelum 7 Hari ini dilaporkan oleh Asosiasi Lawyer Muslim Indonesia (ALMI) ke Bareskrim Polri.
Baca Juga: Sosok Linda Buka Suara, Akui Tak Bersahabat Dekat dengan Vina seperti di Film
ALMI mengklaim bahwa film yang diangkat dari kasus pembunuhan Vina Cirebon membuat kegaduhan di masyarakat dan berpotensi mempengaruhi proses penyidikan hingga putusan hakim.
Kontroversi meningkat setelah penayangan film, ketika pihak kepolisian mengumumkan tiga Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait kasus tersebut.
Hal ini menunjukkan dampak film terhadap perhatian publik dan reaksi aparat penegak hukum.
Ulasan ini menyoroti pentingnya mengevaluasi dampak film yang diangkat dari kasus nyata terhadap proses hukum dan keadilan. (*)
Editor : Riana M.