Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Muhammadiyah Alihkan Dana dari BSI ke Bank Lain, Ini Alasannya

Siti Fauziah • Jumat, 7 Juni 2024 | 03:52 WIB

Bank Syariah Indonesia (Pinterest)
Bank Syariah Indonesia (Pinterest)

Jawa Pos Radar Lawu - Pusat pimpinan Muhammadiyah memutuskan untuk mengalihkan dana mereka dari Bank Syariah Indonesia (BSI) ke sejumlah bank lainnya.

Tidak hanya ke satu bank aja, Muhammadiyah memutuskan untuk mengalihkan dananya dengan menyebarkan ke sejumlah bank syariah yang beroperasi di Indonesia.

Bank tersebut seperti bank syariah Bukopin, Bank Mega Syariah, Bank Muamalat, bank syariah daerah, dan bank syariah lain yang selama ini menjalin kerjasama.

Keputusan penarikan itu berdasarkan memo Muhammadiyah bernomor 320/1.0/A/2024 tentang konsolidasi dana yang dikeluarkan pada 30 Mei Silam.

Memo tersebut dituju untuk beberapa pihak seperti Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan PP Muhammadiyah, Majelis pembinaan Kesehatan Umum PP Muhammadiyah, Pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah, pimpinan Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah, dan Pimpinan Badan Usaha Milik Muhammadiyah.

Keputusan tersebut diambil untuk Menindaklanjuti pertemuan bersama pimpinan PP Muhammadiyah dan amal usaha Muhammadiyah mengenai konsolidasi keuangan AUM di Yogyakarta 26 Mei lalu.

"Dengan ini kami minta dilakukan rasionalisasi dana simpanan dan pembiayaan dari BSI dengan pengalihan ke bank syariah Bukopin Bank Mega Syariah Bank Muamalat bank syariah daerah serta bank lain yang selama ini bekerja sama baik dengan Muhammadiyah," ujar memo itu.

Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas secara blak-blakan menjelaskan mengapa organisasinya mengambil keputusan tersebut. Salah satu alasan fundamental adalah risiko.

Anwar Abbas menyampaikan bahwa penempatan dana Muhammadiyah terlalu banyak berada di BSI.

Sehingga menurutnya apabila dilihat dari segi bisnis dapat menimbulkan risiko konsentrasi.

"Sementara di bank bank syariah lain masih sedikit. Sehingga bank-bank Syariah lain tersebut tidak bisa berkompetisi dengan Margin yang ditawarkan oleh BSI.

Baca Juga: Ringkasan Novel Zoro One Piece, Cerita Plot Twist Si Penghancur Dojo yang Mirip Kisah Samurai Ryuma

Baik dalam hal yang berhubungan dengan penempatan dana maupun pembiayaan," ungkapnya ke CNN Indonesia, Rabu (5/6).

Pengalihan dana dari BSI ini sebenarnya sudah dilakukan Muhammadiyah sejak 2020 lalu. PP Muhammadiyah sempat mengkaji penarikan dana dari BSI sejak 2020 yang kala itu baru saja terbentuk dari hasil merger bank syariah BUMN.

Pada saat itu rencana penarikan dana tercetus karena bank dinilai sudah terlalu besar dan kuat dengan keseluruhan aset yang dimiliki mencapai Rp214,6 Triliun.

Pada saat itu Anwar menilai bahwa Muhammadiyah sebaiknya memberikan dukungan juga kepada bank syariah lain yang jauh lebih dekat dengan umat.

Hal itu dinilai sejalan dengan komitmen Muhammadiyah yang ingin memajukan ekonomi umat.

Dukungan itu bisa diberikan dengan mengalihkan dana Muhammadiyah dari BSI ke bank-bank Syariah lain begitu juga dengan pembiayaan.

Syaratnya bank syariah yang mendapat perolehan dana ini merupakan bank yang mau memajukan ekonomi umat. Kemudian PP Muhammadiyah pun saat itu masih akan melihat kebijakan dan langkah dari BSI sebelum memutuskan untuk menarik dana.

BSI pun buka suara usai Muhammadiyah menarik semua dananya dan mengalihkan ke bank syariah lain.

Corporate secretary BSI Wisnu Sunandar menegaskan pihaknya selalu berkomitmen untuk melayani dan mengembangkan ekonomi umat.

"Kami di BSI senantiasa berkomitmen memenuhi ekspektasi seluruh pemangku kepentingan dengan menerapkan prinsip adil seimbang dan bermanfaat sesuai syariat Islam," ucap Wisnu dalam keterangan resmi, Rabu (5/6).

Wisnu juga mengatakan bahwa BSI bertingkat untuk menjadi perbankan yang melayani segala Lini masyarakat mulai dari institusi hingga perorangan. (*)

Editor : Riana M.
#BSI #dana #bank #bank syariah indonesia #bumn #bank muamalat #anwar abbas #muhammadiyah #ketua pp muhammadiyah