Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Viral Mahasiswa UNPAM Diduga Alami Kekerasan saat Ibadah, Polisi Turun Tangan

Dafiyatur Rurojifah • Rabu, 8 Mei 2024 | 21:22 WIB
Dugaan pengeroyokan terhadap mahasiswa UNPAM. (PINTEREST)
Dugaan pengeroyokan terhadap mahasiswa UNPAM. (PINTEREST)

Jawa Pos Radar Lawu-Viral di media sosial mahasiswa Universitas Pamulang (UNPAM) mengalami kekerasan hingga pembacokan saat melakukan ibadah di kawasan Babakan, Setu, Tangerang Selatan, Minggu (5/5).

Dalam video yang beredar, tampak sejumlah mahasiswa ketakutan dikerumuni massa. Tampak juga beberapa mahasisiwa terkena sabetan senjata tajam yang dibawa oleh massa.

Dikutip dari Antara, Kasatreskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Alvino Cahyadi membenarkan adanya laporan tersebut.

Pihaknya bakal mengecek tempat kejadian perkara (TKP) hingga mengecek fakta-fakta terkait kasus tersebut.

Awal mula keributan antara warga dan mahasiswa kristiani yang sedang melakukan ibadah di rumah peribadatan di Kawasan Babakan, Setu, Tangerang Selatan, Banten, pada Minggu (5/5).

Sebelum keributan yang berujung pengeroyokan, warga sudah meminta kegiatan tersebut untuk bubar.

Teguran itu dikarenakan ibadah berlangsung hingga malam hari. Selain itu suaranya juga cukup keras, sehingga beberapa warga di daerah tersebut merasa terganggu.

Akhirnya timbul kegaduhan dan keributan di lokasi tersebut. Beberapa warga yang lain berusaha melerai, namun juga kesulitan.

Dalam peristiwa itu ada mahasiswa yang mengalami luka akibat senjata tajam. Namun polisi masih melakukan penyelidikan.

Salah satu mahasiswi mengaku ada pihak RT setempat yang turut melakukan persekusi. "Kalian tidak menghargai saya sebagai RT," kata seorang mahasiswi tersebut menirukan ucapan RT. 

Kasi Humas Polres Tangsel AKP M. Agil Sahril menjelaskan, pihaknya bakal memanggil Ketua RT hingga tokoh masyarakat setempat.

"Polres Tangsel juga melakukan langkah dan upaya dengan cara klarifikasi/berkoordinasi dengan Ketua RT, Ketua RW, Kepala kelurahan, FKUB/tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh Pemuda," kata Agil.

Agil menjelaskan, pemanggilan tersebut dilakukan guna mencegah kejadian serupa di lokasi tersebut.

Agil mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan cek TKP dan mengumpulkan sejumlah fakta. Dia meminta publik menunggu terkait perkembangan kasus tersebut. (kid)

 

Editor : Nur Wachid
#ibadah #unpam #universitas pamulang #polisi #polres #babakan #tangerang #mahasiswa #Setu #persekusi #viral #kekerasan