Jawa Pos Radar Lawu - Hari Raya Idul Fitri 1445 H juga menjadi momen mudik raya bagi masyarakat di Indonesia.
Diprediksi akan ada ratusan juta warga pulang ke kampung halamannya, termasuk ke daerah Madiun Raya.
Baru-baru ini, pemerintah merilis prediksi jumlah pemudik pada lebaran mendatang.
Jumlahnya tak main-main: 193,6 juta orang diprediksi akan mudik ke kampung halamannya dalam waktu kurang dari sebulan lagi!
Data itu dirilis Badan Kebijakan Transportasi Kemenhub, BPS, dan Kemenkominfo.
Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan prediksi tersebut berdasarkan survei potensi pergerakan masyarakat selama Lebaran 2024.
"Berdasarkan hasil survei, pergerakan masyarakat secara nasional berpotensi mencapai 71,7 persen dari jumlah penduduk Indonesia, setara 193,6 juta orang," ujarnya, via Antara.
Budi menyampaikan angka tersebut meningkat dibandingkan pergerakan masyarakat pada masa Lebaran 2023 yakni 123,8 juta orang.
Dia menuturkan hasil survei yang melibatkan para pakar dan akademisi di bidang transportasi tersebut telah dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo.
Hasil survei ini juga telah diinformasikan kepada pemangku kepentingan (stakeholder) terkait seperti kementerian/lembaga, pemerintah daerah, Korlantas Polri, BUMN dan swasta.
Budi menyampaikan, pemerintah akan memberlakukan kebijakan yang efektif untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan pemudik.
"Caranya dengan menerapkan pengaturan waktu mudik, diskon tarif transportasi massal untuk mudik lebih dini, mudik gratis, rekayasa lalu lintas, diskon tarif jalan tol," sebutnya.
"Juga akan ada pengaturan lalu lintas terutama pada daerah yang beresiko terjadi kepadatan luar biasa akan kami lakukan," lanjut Budi.
Budi menjelaskan hasil survei menunjukkan daerah asal perjalanan terbanyak, yaitu Jawa Timur sebesar 16,2 persen (31,3 juta orang).
Disusul Jabodetabek sebesar 14,7 persen (28,43 juta orang), dan Jawa Tengah sebesar 13,5 persen (26,11 juta orang).
Sementara itu, untuk daerah tujuan terbanyak, yaitu Jawa Tengah sebesar 31,8 persen (61,6 juta orang).
Lalu, Jawa Timur sebesar 19,4 persen (37,6 juta orang), dan Jawa Barat sebesar 16,6 persen (32,1 juta orang).
Sedangkan minat masyarakat terhadap pemilihan penggunaan angkutan untuk mudik lebaran terbanyak adalah kereta api sebesar 20,3 persen (39,32 juta).
Adapun bus 19,4 persen (37,51 juta), mobil pribadi 18,3 persen (35,42 juta), dan sepeda motor sebesar 16,07 persen (31,12 juta).
"Minat masyarakat tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain tidak adanya COVID-19, ekonomi keluarga, cuti bersama, liburan anak sekolah," terangnya.
"Selain itu, karena peningkatan kualitas dan kuantitas sarana prasarana transportasi, serta kondisi cuaca,” jelas Budi.
Perkiraan puncak hari mudik berdasarkan pilihan masyarakat adalah H-2 atau Senin, 8 April 2024 (dimulainya cuti bersama) dengan potensi pergerakan 26,6 juta orang (13,7 persen).
Sedangkan perkiraan puncak hari balik adalah H+3 yakni Minggu, 14 April 2024 dengan potensi pergerakan 41 juta orang (21,2 persen).
Setiap tahun Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan selalu mengeluarkan survei potensi pergerakan masyarakat dalam masa angkutan lebaran.
Survei diklaim akurat memberikan potensi pergerakan masyarakat yang melakukan mudik dimana pada tahun 2023 jumlahnya mencapai 123,8 juta orang atau 45,67 persen. (naz)
Editor : Riana M.