Jawa Pos Radar Lawu – Data hisab awal puasa atau 1 Ramadan 1445 H dirilis Badan Hisab Rukyat (BHR) Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) DI Jogjakarta sebagaimana diterima Radar Lawu.
Data tersebut memperlihatkan posisi hilal saat Gurub pada hari Minggu 10 Maret 2024.
Adapun hasil penghitungan hilal menunjukkan data, tinggi hilal hakiki 00 derajat 13’ 18’’; tinggi hilal Mar’i 00 derajat 47’ 18’’; elongasi 01 derajat 38’ 42’’; iluminasi 0,0 derajat; dan umur hilal 01 jam 52 menit 23 detik.
Posisi hilal diketahui tinggi 00 derajat 47’ 18’’; azimut 264 derajat 45’ 57’’; elongasi 01 derajat 38’ 42’’. Membentuk kurva MabimS364.
Ufuk Mar’i pada Ghurub Bulan jam 17.58 azimut 264 derajat 38’ 16’’; Ghurub Matahari jam 17.54 azimut 266 derajat 01’ 37’’.
Data hisab awal bulan Ramadan 1455 H ditinjau dari markaz POB Syeh Belabelu, Parangtritis, Bantul, Jogjakarta.
Dengan posisi geografis sebagai berikut:
- Bujur: 110 derajat 19’ 23.23 derajat BT
- Lintang: 8 derajat 0’ 58.72 derajat LS
- Ketinggian: 27 meter DPL
Dengan hasil pemantauan hisab tersebut, diperkirakan Pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU) menetapkan 1 Ramadan 1445 H jatuh pada Selasa 12 Maret 2024 Masehi. Sekaligus pemerintah dan NU mulai puasa ramadan pada 12 Maret 2024 nanti.
Hal itu juga diperkuat jika merujuk kalender yang dikeluarkan Kemenag menunjukkan 1 Ramadan 1445 H jatuh pada hari Selasa 12 Maret 2024.
Sedangkan Muhammadiyah, sebelumnya telah menetapkan 1 Ramadan 1445 H dan puasa awal ramadan jatuh pada Senin 11 Maret 2024.
Meskipun berbeda, informasi yang dihimpun Radar Lawu, baik Pemerintah, NU, maupun Muhammadiyah untuk Idul Fitri atau lebaran sama-sama hari Rabu 10 April 2024 mendatang.
Kendati demikian, Pemerintah dan NU belum merilis informasi resmi terkait penentuan 1 Ramadan 1445 H. Informasi resmi masih menantikan hasil sidang isbat yang bakal digelar Minggu hari ini 10 Maret 2024. (kid)
Editor : Nur Wachid