Jawa Pos Radar Lawu - Aquaplaning diduga menjadi penyebab mobil Gus Aab, pengurus PBNU mengalami kecelakaan di Jalan Tol Ngawi Senin dini hari (29/1). Hingga menyebabkan mobil menabrak guardrail sisi kiri jalan dan terlempar ke parit.
Akibat kejadian itu, Muhamad Baidowi, sopir meninggal. Sedangkan Gus Aab dan putranya harus menjalani perawatan di RS Widodo Ngawi.
Aquaplaning memang menjadi momok menakutkan bagi pengendara saat melintas di jalan tol. Karena sering menjadi penyebab kecelakaan tunggal di jalan tol
Aquaplaning bisa menyebabkan mobil kehilangan daya tapak ke permukaan jalan hingga bodi mobil limbung dan susah dikendalikan pengemudi.
Dilansir dari laman resmi Toyota Astra, aquaplaning sering disebut juga dengan hidroplaning, merupakan genangan air di atas permukaan jalan, biasanya sering di jalan tol.
Aquaplaning ini membuat permukaan ban seperti mengambang atau lepas daya traksi ke permukaan jalan. Sebab, genangan air yang berlebih tidak optimal dikeluarkan ke sisi ban.
Kondisi itu menyebabkan pengemudi hilang kendali. Bahkan kendaraan melaju lurus ke depan dan tidak dapat dikendalikan. Kondisi sangat membahayakan jika kendaran melaju dalam kecepatan tinggi.
Adapun aquaplaing di jalan tol disebabkan berbagai faktor. Berikut beberapa faktor penyebab aquaplaning di jalan tol.
Drainase Kurang Optimal
Curah hujan tinggi dengan intensitas tinggi dapat meningkatkan risiko aquaplaning di jalan tol. Berkurangnya volume air di permukaan jalan membutuhkan waktu.
Karena itu, pengendara disarankan mengurangi kecepatan saat dalam kondisi tersebut. Sehingga ban memiliki waktu untuk membuag lapisan air yang menjadi penghalang tapakan ban ke permukaan jalan.
Baca Juga: Bunga Edelweis di Gunung Lawu: Bunga Abadi dengan Aroma yang Khas
Kualitas Ban Mobil
Ban yang aus tidak merata bisa menyababkan berkurangnya daya cengkeram. Hal itu juga sama berlaku saat tekanan udara ban berbeda, sehingga mudah tergelincir dan berisiko meningkatkan aquaplaning.
Perlu diingat, ban memiliki kemampuan membuang genangan air secara terbatas. Keterbatasan itu meningkatkan risiko aquaplaning saat kondisi curah hujan tinggi.
Disarankan periksa kondisi ban sebelum perjalanan, terutama melintas jalan tol. Mulai cek tekanan udara, dinding ban, maupun telapak. (kid)
Editor : Nur Wachid