Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Bu Tejo Sowan Jakarta: Membingkai Pernikahan Multikultur dan Sentimen yang Masih Melekat

Mizan Ahsani • Jumat, 19 Januari 2024 | 14:00 WIB

 

KOCAK: Cuplikan film Bu Tejo Sowan Jakarta. (TIX ID)
KOCAK: Cuplikan film Bu Tejo Sowan Jakarta. (TIX ID)

Jawa Pos Radar Lawu - Bioskop tanah air pada bulan ini menyuguhkan beragam pilihan film menarik.

Dari genre action, thriller, horror, hingga drama percintaan ataupun drama komedi.

Salah satu yang menarik ditonton yakni film Bu Tejo Sowan Jakarta.

Film ini didasarkan pada cerita film pendek berjudul Tilik, yang sempat viral beberapa tahun yang lalu.

Dalam film ini, Sutradara Andibachtiar Yusuf menghadirkan kisah keluarga Bu Tejo bersama tetangga desa.

Kali ini, tidak untuk 'tilik', melainkan untuk pergi ke Jakarta.

Premisnya sederhana namun menjanjikan komedi dan cerita kehangatan keluarga yang mendalam: anak Bu Tejo hendak menikah.

Teddy (diperankan Aditya Lakon) yang merupakan anak Bu Tejo pulang ke rumah mereka di Jogjakarta.

Dia menjenguk Bu Tejo (diperankan Siti Fauziah) serta keluarga sekaligus meminta restu untuk melamar kekasihnya di Jakarta, Vanessia (diperankan Claudia Putri).

Kabar tersebut langsung membuat heboh Bu Tejo sekeluarga karena merasa senang akhirnya sang putra hendak menikah.

Namun, kebahagiaan Bu Tejo tidak berlangsung lama setelah tahu calon menantunya berasal dari keturunan Tionghoa.

Bu Tejo berusaha menutup rapat rencana pernikahan anaknya dari tetangga sekitar karena asal-usul Vannesia yang bukan dari suku Jawa.

Namun, Teddy sengaja membocorkan rencana lamaran dan pernikahannya itu ke tetangga sekitar agar sang ibu menyetujuinya.

Dengan terpaksa, Bu Tejo bersedia pergi ke Jakarta bersama keluarga sekaligus tetangganya yang ingin melihat Vannesia secara langsung.

Dari sini, konflik mulai muncul.

Konflik antara karakter tersaji hangat, relate dengan banyak orang, namun tetap kocak.

Membingkai Pernikahan Multikultur

Bu Tejo Sowan Jakarta menyajikan masalah klasik namun masih belum mudah diatasi bagi banyak orang.

Masalah itu yakni pernikahan multikultural. Antara Jawa dan Tionghoa, Bugis dengan Madura, atau lain sebagainya.

Stigma masih melekat di banyak keluarga.

Misalnya, keluarga dari suku Jawa seolah mengharuskan anak menikah juga dengan orang Jawa.

Sentimen ini faktanya memang masih melekat di tengah masyarakat.

Melalui film ini, Andibachtiar Yusuf menyuguhkan masalah kepada orang-orang yang masih memiliki sentimen tersebut: bagaimana jika anak kita memang berjodoh dengan orang dari suku berbeda?

Sebab, mau disangkal sekalipun, jodoh memang di tangan tuhan.

Selamat menonton! (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#Bu Tejo #pernikahan #film #keluarga