MAGETAN, Jawa Pos Radar Lawu - Ribuan umat Muslim Magetan tumplek blek memadati GOR Ki Mageti Minggu (14/1). Kedatangan warga dari berbagai penjuru Magetan itu untuk mengikuti aksi bela Palestina.
Adapun aksi bela Palestina dikemas dalam Tabligh Akbar Umat Islam memperingati 100 hari Genosida.
Aksi bela Palestina tersebut merupakan bentuk kepedulian dan dukungan terhadap warga Palestina yang saat ini menghadapi konflik dengan Israel.
"Aksi Bela Palestina ini juga memperingati 100 hari Genosida, bermakna pembantaian Israel pada warga Palestina di jalur Gaza," ungkap Ustadz Bachtiar Nasir, Tokoh Nasional.
Bachtiar menerangkan 100 hari pembantaian panjang itu bencana masif dan kejam oleh negara sekutu terhadap kemanusiaan.
Menurutnya, kejadian tersebut seolah seperti dibiarkan oleh negara internasional.
Dia menilai, dunia sekarang tidak menghargai lagi kemanusiaan dan anti pada kemerdekaan. Bahkan pro pada penjajahan.
Aksi bela Palestina semakin memupuk dan menguatkan perlawanan, dunia seharusnya pro kemerdekaan dan anti penjajahan seperti yang dilakukan Indonesia.
"Ini yang ingin kita sampaikan dihari ke 100 ini, untuk membantu Palestina diharapkan Indonesia menjadi yang terdepan," bebernya.
Sementara itu, Ketua Panitia KH Imam Yudianto menerangkan acara tersebut diikuti persaudaraan umat Islam untuk Palestina yang menghadirkan seluruh elemen ormas Islam yang ada di Magetan seperti Ponpes.
Aksi ini ditujukan untuk meningkatkan rasa iman dan taqwa, dengan mengagungkan nama Allah dan bersholawat.
Pun, digelar Donasi dan lelang karya dalam Aksi Bela Palestina tersebut.
"Kita juga mendoakan para syuhada yang telah gugur di Palestina," ungkapnya.
Baca Juga: SEHAT MENTAL MELALUI KATA
Imam menambahkan saat ini sudah lebih 30 ribu warga Palestina yang syahid di jalan Allah.
Dan 70 ribu lainnya luka - luka namun hingga saat ini belum jelas nasibnya.
"Semoga senantiasa Allah menjaga mereka," terangnya.
Aksi tersebut juga menuntut kemerdekaan itu milik rakyat Palestina.
Serta menuntut Mahkamah Internasional agar menangkap pelaku teror di Palestina seperti Yahudi, Zionis dan Israel.
Yang saat ini tengah melakukan Genosida di Palestina.
"Kami ingin Israel bertanggung jawab atas apa yang terjadi di Palestina, dan mengembalikan kemerdekaannya," pungkasnya. (ril/kid)