MADIUN, Jawa Pos Radar Lawu - Memasuki libur natal dan tahun baru (nataru), frekuensi perjalanan kereta api meningkat. Selain itu, kecepatan kereta api mencapai 120 kilometer per jam.
Selama libur nataru, frekuensi perjalanan kereta api sebanyak 106 perjalanan. Artinya, meningkat sepuluh perjalanan di banding hari normal.
KAI mengoperasikan kereta api tambahan selama libur nataru. Perinciannya, terdiri dari 60 kereta api jarak jauh, 32 kereta commuter line Dhoho-Penataran, dan 14 kereta barang.
PT KAI Daop 7 Madiun memberikan atensi khusus pada perlintasan sebidang khususnya jelang liburan nataru.
''Kami imbau semua pihak berhati-hati melintas di jalur kereta api yang terjaga maupun tidak terjaga,'' kata Manager Humas Daop 7 Madiun Kuswardoyo sebagaimana rilis resmi PT KAI Daop 7 Madiun hari ini (14/12).
Perlintasan sebidang merupakan lokasi di mana terjadi perpotongan antara jalur kereta api dengan jalan yang berada di bidang tanah yang sama.
Terdapat sedikitnya 213 perlintasan kereta api di wilayah KAI Daop 7 Madiun. Perinciannya, 95 perlintasan terjaga, 118 perlintasan tidak terjaga.
Kuswardoyo menegaskan, kecelakaan di perlintasan sebidang tidak hanya merugikan pengguna jalan, namun juga merugikan KAI.
Dampaknya perjalanan kereta api terhambat, selain itu menimbulkan kerusakan sarana atau prasarana perkeretaapian. Belum lagi, petugas yang terdampak kecelakaan di perlintasan sebidang.
''Kami imbau warga mematuhi rambu-rambu yang ada. Berhenti sebelum melintas, tengok kanan dan kiri terlebih dahulu. Ini harus menjadi budaya pengguna jalan demi keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan itu sendiri,'' tutupnya. (kid)
Baca Juga: Gus Idqam Sampaikan Tausiyah di Magetan Satu Jam Setengah, Ungkap Siapa yang Masuk Dekengane Pusat
Editor : Nur Wachid